
KOTA BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi melakukan penyiraman Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu dengan cairan Eco Enzyme. Langkah itu dilakukan DLH untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan TPA dimusim kemarau.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih menjelaskan, penyiraman TPA Sumurbatu dengan Eco Enzyme karena sedang musim kemarau agar menjaga TPA Sumur Batu tidak sampai kebakaran.
“Salah satunya antisipasinya disiram, biar siramnya itu jadi plus-plus, makanya kita tambahkan pakai ECO enzyme. ECO enzim itu bisa mengurangi bau, kemudian karena enzyme itu kan makhluk hidup, harapannya juga dia bisa menambah percepatan dalam proses dekomposisi sampah.Lalu yang terkahir adalah saat dia melewati udara, belum menyentuh permukaan TPA di enzimnya ini juga mengurangi polutan di udara,”,” kata Kiswatiningsih, saat diwawancarai via telpon, Senin (10/8/2026).
DLH melakukan penyiraman TPA Sumurbatu menggunakan cairan Eco Enzim dilaksanakan sementara ini hanya saat menghadapi musim kemarau. Kegiatan penyiraman ke TPA dilakukan selama 1 pekan.
“Untuk sementara di musim kemarau dulu, kita laksanakan seminggu, mulai tanggal 9 Agustus sampai tanggal 15 Agustus 2026,” ujarnya.
Kiswatiningsih mengklaim penyiraman menggunakan cairan cairan Eco Enzim tidak memiliki dampak negatif, tetapi memberikan efek positif karena mengantisipasi kebakaran dan mengurangi polutan atau polusi udara di lingkungan TPA Sumurbatu.
“Efek positifnya, baunya berkurang, udaranya jadi lebih adem, gas metannya bisa berkurang. Dampak negatif tidak ada lah, namanya enzim membantu kita mengurangi polutan di TPA Sumurbatu,” pungkasnya.(RON)
