Pemkab Bekasi Minta Forum Komite Sekolah Mandiri Dorong Terciptanya Transparansi dan Akuntabilitas

Deklarasi Forum Komite Sekolah Mandiri (FKSMB) dan Dialog Penguatan Komite Sekolah Kabupaten Bekasi, di Aula SMP Islam Al Azhar 16 Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

CIKARANG UTARA — Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi menilai, penguatan peran komite sekolah menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan sekaligus membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Deklarasi Forum Komite Sekolah Mandiri (FKSMB) dan Dialog Penguatan Komite Sekolah Kabupaten Bekasi, yang berlangsung di Aula SMP Islam Al Azhar 16 Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

“Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri. Kita membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk orang tua murid dan masyarakat yang terwadahi dalam institusi komite sekolah,” ujar Endin.

Menurutnya, keberadaan komite sekolah bukan sekadar berkaitan dengan dukungan finansial. Lebih dari itu, komite memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Forum tersebut diharapkan dapat menjadi mitra strategis satuan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan akuntabilitas pengelolaan sekolah.

“Komite dengan sekolah ini satu kesatuan. Komite merupakan perwakilan dari wali murid. Ketika ada kekurangan di sekolah, tugas komite menyampaikan hal-hal yang diperlukan untuk mendekati penyempurnaan, baik berkaitan dengan program maupun hal lainnya,” jelasnya.

Selain menjadi jembatan komunikasi, Endin berharap komite sekolah turut mengawal mutu pendidikan dengan mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan prestasi akademik maupun pembentukan karakter peserta didik.

Komite sekolah juga diharapkan mampu mendorong terciptanya transparansi dan akuntabilitas, sehingga tata kelola satuan pendidikan dapat berjalan secara bersih, partisipatif, dan bertanggung jawab.

Endin juga mengapresiasi terbentuknya kepengurusan FKSMB Kabupaten Bekasi. Ia berharap forum tersebut dapat menjalankan amanah dengan optimal dan menjadi ruang belajar bersama sekaligus wadah untuk melahirkan gagasan-gagasan konstruktif bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Bekasi.

Ia menilai praktik pengelolaan pendidikan yang baik, seperti yang diterapkan di lingkungan Al Azhar, dapat menjadi salah satu contoh yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh satuan pendidikan lainnya.

“Kalau sumber daya manusianya berkualitas, insyaallah pembangunan fisik dan pembangunan lainnya juga akan berkualitas. Karena itu, ketika berbicara tentang Bekasi, yang paling penting adalah pembangunan sumber daya manusianya,” katanya.