
KOTA BEKASI – Komisi 1 DPRD Kota Bekasi memastikan program swakelola penataan RW Keren sebesar 100 juta untuk setiap RW harus berjalan optimal dan tepat sasaran.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi 1 Rudi Heryansah. Politisi PDI-P ini meminta Tapem dan inspektorat agar maksimal membantu RW dalam pembuatan pelaporan sesuai dengan aturan berlaku.
“Banyak RW yang masih harus dibantu dalam sistem pelaporan dan belanja. Sehingga sosialisasi tata kelola hibah ini berjalan baik tanpa ada persoalan di kemudian hari,” tegas Rudi, seusai rapat evaluasi dengan Inspektorat Kota Bekasi dan Kabag Tata Pemerintahan Kota Bekasi, Selasa (27/10).
Selain itu, kata Rudi, jangan sampai terjadi tumpang tindih pembelanjaan dengan program lain. Karena masih ditemukan pembelian barang yang sama dengan tahun lalu.
“Ini kan program tahun kedua. Jangan sampai ada pembelian yang sama dengan tahun lalu. Tapem harus memberi arahan kepada RW lebih optimal, sehingga anggaran ini lebih tepat dan dinikmati masyarakat,” pungkas Rudi.
Komisi 1, kata Rudi, akan terus mengawal program yang bersentuhan dengan rakyat. Jika bermanfaat banyak, komisi 1 pun tidak segan untuk meningkatkan nilainya.
“Jika program swakelola penataan RW Keren ini tepat sasaran dan berguna bagi masyarakat. Kita, dewan pasti akan berusaha untuk meningkatkan nilainya. Namun jika kurang tepat, kembali kepada Pemkot, diteruskan atau distop,” pungkas Rudi.(**)

