Pemerhati Lingkungan Sebut PSEL Solusi Atasi Masalah Sampah Di Kota Bekasi

Bagikan:

KOTA BEKASI – Pemerhati lingkungan, Adrie Charviandi menyebut Kota Bekasi dalam keadaan darurat sampah yang memerlukan perhatian serius dari masyarakat dan juga pemerintah.

Menurut Adrie, volume sampah yang terus bertambah dari hari ke hari telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, melebihi kemampuan pemerintah dalam pengelolaan sampah.

“Situasi ini mengharuskan adanya tindakan terpadu, berkesinambungan, dan menyeluruh untuk mengatasi masalah persampahan yang semakin memburuk,” ujar Adrie kepada awak media, pada Jumat (13/10).

Adrie menambahkan, kendala utama dalam mengatasi darurat sampah ini adalah pengelolaan sampah yang masih mengandalkan metode end of life. Pendekatan ini, kata Adrie dinilai usang dalam menghadapi masalah yang semakin kompleks dan memprihatinkan ini.

“Situasi darurat sampah di Kota Bekasi harus menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Diperlukan tindakan segera dan sistematis untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mencari solusi yang berkelanjutan, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan kota yang terus berkembang,” terangnya.

Ketua Umum Gerakan Untuk Lingkungan itu menilai, pengolahan sampah melalui sistem termal atau insinerator pembakaran menjadi energi atau PSEL di kota-kota besar sangat dibutuhkan dalam upaya menjaga lingkungan.

Adrie mengacu kepada peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan yang mengamanatkan kepada beberapa pemerintah daerah salah satunya Kota Bekasi untuk dapat mempercepat pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

“Kita percaya bahwa dengan langkah-langkah yang sistematis, berkesinambungan, dan menyeluruh, kita dapat mengatasi darurat sampah ini dan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk masa depan Kota Bekasi dan Indonesia,” jelasnya.

Adrie berharap dengan hadirnya PSEL di Bekasi ini mampu menjawab seluruh persoalan sampah sekaligus menjadi daerah percontohan pengelolaan sampah di Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Founder Kita Olah Indonesia, Muhammad Andriansyah. Menurutnya, PSEL adalah solusi di tengah persoalan sampah yang tak kunjung rampung di Bekasi.

“Persoalan sampah ini masalah serius, cara penanganannya pun juga harus serius. Hadirnya PSEL di Bekasi adalah solusi atas seluruh persoalan sampah yang ada di Bekasi,” ujar Andre melalui pesan singkat, pada Jumat (13/10).

Lebih lanjut, Andre menilai bahwa proyek PSEL harus segera dijalankan demi kemaslahatan bersama. Masyarakat dan pemerintah, mata Andre harus gotong royong saling mengisi demi mengatasi persoalan sampah yang sudah mengkhawatirkan ini.

Terlebih, kata Andre, wacana pembangunan PSEL ini sudah disosialisasikan sejak jauh jauh hari. Andre menyebut bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi telah mengadakan giat Market Sounding terkait Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik di Bantargebang Kota Bekasi, pada 10 Mei 2021 silam.

Lebih lanjut, Andre menyebut bahwa seluruh prosedur administrasi telah diikuti oleh perusahaan yang mengikuti lelang. Artinya, kata Andre hal ini harus segera dieksekusi untuk menjadikan Bekasi sebagai kota bebas sampah.

“Pemerintah dan masyarakat juga harus bersatu padu untuk mendukung proyek strategis ini,” tandasnya.(**)