1 Tahun Kepemimpian Tri Adhianto, 67 Persen Warga Kota Bekasi Tak Percaya Ada Perubahan

Bagikan:

Kota Bekasi- Polling yang digelar Intelektual Muda Bekasi sejak Rabu (16/11/2022) hingga Jumat (18/11/2022) disambut antusias masyarakat Bekasi dengan ikut memberikan pendapatnya.

Kordinator Intelektual Muda Bekasi Adi Putra menjelaskan, polling tersebut memberi kebebasan bagi masyarakat menilai kinerja pemerintahan daerah Kota Bekasi pasca kasus OTT yang dialami mantan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan belasan pejabat Pemkot Bekasi oleh KPK pada 5 Januari 2022 lalu.

“Polling ini kami buat untuk melihat gambaran awal dari masyarakat terhadap kepemimpinan Kota Bekasi pasca kasus OTT KPK awal Januari 2022 lalu,”tutur pria yang akrab disapa Adhyp Glank ini pada media. Sabtu (19/11/2022).

Ditambahkan dia, masyarakat hanya disodorkan 3 pilihan jawaban yakni Ya, Tidak dan Ragu-ragu. Jika masyarakat menilai ada perubahan dari kepemimpinan Plt Wali Kota Bekasi di semua bidang termasuk korupsi, kolusi dan nepotisme juga soal layanan publik.

“Maka masyarakat cukup mengklik ‘Ya’. Sebaliknya jika masyarakat menilai tidak ada perubahaan dari kepemimpinan Plt Wali Kota pasca OTT KPK, ya masyarakat bisa mengklik ‘Tidak’. Namun jika tidak keduanya bisa mengklik ‘Ragu-ragu,”jelas Adhyp Glank.

Hasil polling tersebut selama tiga hari didapatkan jumlah prosentasi yang menjawab Ya 19.8 persen. Yang menjawab Tidak 67.9 persen dan yang Ragu-ragu ada 12.3 persen.

“Hasil itu menunjukan tingkat kepercayaan masyarakat pada kepemimpinan Tri Adhianto masih rendah. Publik menilai belum ada perubahaan terkait korupsi, kolusi nepotisme dan pelayanan publik,”tandasnya.

Pihaknya, kata dia, akan membuat survey untuk melengkapi data dari suara publik soal kinerja kepala daerah di Kota Bekasi.(*)