Meski Masih Pandemi, Bappeda Pastikan Pembangunan Wilayah Terus Berjalan

Bagikan:

CIKARANG – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Dedi Supriadi mengatakan, meski masih dalam masa pandemi, pembangunan wilayah harus terus berjalan. Karena penanganan pandemi ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.

Selain mengajak dunia usaha untuk bersama-sama menangani Covid-19, pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Kabupaten Bekasi diharapkan dapat terealisasi hingga 90 persen lebih pada 2021 ini.

Untuk penanganan Covid salah satu upaya yang bisa dilakukan dunia usaha yakni dengan berpartisipasi aktif dalam percepatan penurunan kasus Covid-19 melalui program kegiatan Coorporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

“Ya karena kita (Pemkab Bekasi) tidak bisa menangani pandemi ini sendirian tanpa didukung masyarakat dan dunia usaha,” katanya

Dedy mengatakan, sudah ada beberapa perusahaan yang menjalankan program CSR dengan memberikan bantuan untuk penanganan Covid-19 kepada Pemkab Bekasi. Seperti PT Cikarang Listrindo yang memberikan bantuan pada Jumat lalu.

Cikarang Listrindo memberikan bantuan berupa lima unit ventilator, tujuh unit alat bantu pernafasan HFNC dan obat-obatan yang diserahkan kepada RSUD Kabupaten Bekasi. Total bantuan CSR senilai Rp3,8 miliar,” katanya.

Dikatakan kepala Bappeda, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat Kabupaten Bekasi sudah seharusnya menerapkan protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari. Termasuk di lingkungan dunia usaha.

Selain protokol kesehatan, berpikir positif juga sangat diperlukan. Agar daya tahan tubuh meningkat dan tidak mudah terserang penyakit.

“Untuk itu sangat penting memberi dukungan, semangat dan motivasi. Baik untuk diri sendiri maupun orang-orang terdekat,” ungkapnya.

Kemudian sejalan dengan itu pembangunan juga memiliki target melalui dinas terkait untuk melakukan perbaikan infrastruktur pada tahun ini.

“Sudah banyak perbaikan-perbaikan fisik infrastruktur di beberapa wilayah Kabupaten Bekasi yang dilaksanakan dinas teknis dan harapannya dapat tepat waktu,” katanya.

Dedi menjelaskan, pembangunan dan perbaikan yang sudah ditetapkan dan sudah harus dilaksanakan oleh masing-masing dinas teknis dan dinas lainnya dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. menikmati apa yang menjadi program dan kegiatan pemerintahan daerah, sehingga dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Bekasi.

Terkait Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), menurut Dedi, tidak mengalami pemotongan anggaran atau refocusing pada tahun ini akibat kondisi pandemi Covid-19 yang melanda.

“Musrenbang tingkat desa dan kecamatan untuk tahun ini tidak ada refocusing, bahkan untuk tahapan Tahun 2022 sudah dilaksanakan dan RKPD-nya sudah ada,” ujarnya.