Perseteruan Penghuni Apartemen Mutiara Bekasi, FKP Tolak Keberadaan P3RS AMB

Bagikan:


BEKASI SELATAN – Perseteruan penghuni apartemen Mutiara Bekasi yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi berujung ricuh, pasalnya sejumlah orang yang mengaku atasnama Perhimpunan Penghuni Pengurus Rumah Susun (P3RS) Apartemen Mutiara Bekasi (AMB) sempat bersitegang dengan Forum Komunikasi Penghuni (FKP) Apartemen Mutiara Bekasi yang menganggap keberadaan P3RS AMB dianggap ilegal.
“Kami selaku penghuni, sekaligus pemilik unit di apartemen ini merasa terganggu atas keberadaan P3RS yang dibentuk oleh salah satu oknum yang tidak lain mantan kuasa hukum developer PT Gayaland Prokencana (Apartemen Mutiara Bekasi),” ungkap Pumaluto Sitobing, penghuni apartemen Mutiara Bekasi, disela inspeksi mendadak yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (23/10/2018).
Diungkapkan Sitobing, Kebaradaan P3RS terbentuk bukanlah berawal dari Forum Komunikasi Penghuni (FKP) Apartemen Mutiara Bekasi, melainkan hanya dibentuk oleh sekelompok orang yang mengaku pemilik atau penghuni Apartemen Mutiara Bekasi.
“Saya tidak akan Jawab tentang P3RS AMB, karena P3RS hari ini adalah P3RS itu abal – abal, karena kalau kita bicara hari ini mereka akan merasa memiliki,” ungkapnya.
Menurutnya, apa yang tengah ramai hari ini atas pengaduan Josse Silitonga yang mengklaim sebagai ketua pengurus P3RS AMB dianggap sudah membuat keresahan bagi warga penghuni yang lainnya, yang selama ini tidak pernah terjadi meski diarea Mutiara Bekasi terdapat Karaoke dan Rent Apartemen Indoluxe.
“Dari awal saya tinggal disini, tidak pernah ada masalah atau kejadian seperti ini, dan kami sudah nyaman dengan dikelolanya apartemen ini oleh pengelola yang sekarang. Bahkan kami pun bangga meski disini ada tempat hiburan, tapi selama ini belum pernah terjadi kasus hukum diarea Mutiara Bekasi ini,”ungkapnya.
“Kami penghuni tidak tau samasekali adanya pembentukan P3RS itu, kalaupun ada, rencana pembentukan itu harusnya melibatkan pihak-pihak terkait dalam kaitan P3RS,”tambahnya.
Dari pihak manajemen pengelola apartemen Mutiara Bekasi, Trimurti Aditya menjelaskan, Pihak Mutiara kususnya PT Gayaland Prokencana pada prinsipnya tidak melarang pembentukan P3RS seperti apa yang selama ini disoal pihak Josse itu sendiri, Namun demikian bila pembentukan P3RS yang dibentuk dilakukan sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku tentang pembentukan P3RS ditempuh.
“Bukannya kami melarang, tapi kami ingin pembentukan P3RS itu murni dari seluruh penghuni, bukan hanya kepentingan onkum perorangan pribadi atau kelompok yang sudah membuat keresahan bagi warga penghuni lainnya,”pungkasnya.
Aditya juga mengatakan, Pihaknya saat ini tengah mengajukan proses hukum gugatan akte notaris pendirian P3RS AMB yang dianggap cacat secara hukum.
“Karena daftar kepengurusannya terdapat kejanggalan, seperti adanya oknum yang mengaku ngaku sebagai pemilik unit,”bebernya.
Sementara Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Kasatpol PP Kota Bekasi, Cecep Suherlan mengatakan, pihaknya akan melakukan mediasi keduabelah pihak atas kisruh kepengurusan P3RS itu sendiri nantinya, setelah peninjauan yang dilakukan oleh beberapa Dinas Terkait yakni, Dinas Tata Ruang, Dinas PUPR, Dinas Perkimtan, Dinas Pariwisata dan Satuan Polisi Pamong Praja.
“Kahadiran kami sebatas mengidentifikasi mencari tau atas aduan dari pihak yang mengatasnamakan pengurus P3RS Apartemen Mutiara Bekasi, hasilnya akan kita laporkan kepada Wali Kota Bekasi,”kata Kasatpol PP Kota Bekasi, Cecep Suherlan.
Dari pihak yang mengatasnamakan dewan pembina P3RS AMB, HM Siagian mengatakan, bahwa kepengurusan P3RS AMB agar tidak dihalang-halangi dan dapat diberikan pasilitas ruang kantor yang layak dari pihak develofer.
“Kami hanya meminta keberadaan P3RS AMB diakui pihak developer,”ungkap Siagian dalam rapat bersama diruang serbaguna Apartemen Mutiara Bekasi.
Sementara, Josse Silitonga sendiri yang notabenenya sebagai Ketua Pengurus P3RS AMB tidak terlihat hadir dalam pertemuan antara Pihak pengelola yang mewakili dari developer dengan Dinas terkait Pemerintah Kota Bekasi dan para penghuni yang mengatasnamakan P3RS. (NDI)