Pemkot Bekasi Kejar Penunggak Pajak untuk Tutupi Pembiayaan

Bagikan:

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi

BEKASI SELATAN – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengakui sudah melaporkan ke Kejaksaan dan Polrestra Bekasi Kota menarik potensi pungutan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang mencapai Rp439 Miliar.
Rahmat Effendi menjelaskan, kantor pajak telah melimpahkan kewenangan penarikan PBB ke Pemkot Bekasi, begitu dilimpahkan banyak menumpuk dan susah di idenfikasinya, sekarang setelah kita urai ternyata ada tunggakan PBB dari 10 tahun yang lalu.
“Tunggakan itu tunggakan tahun-tahun sebelumnya. Ini yang akan kita kejar untuk menutupi pembiayaan Pemkot Bekasi,” kata Rahmat Effendi usai meresmikan MTQ ke 20 di Kecamatan Jatiasih, selasa (25/9/2018).
Rahmat Effendi kembali menegaskan bahwa belum ada APBD Pemkot Bekasi defisit. Kata dia, APBD sekarang ini kalau bisa dibilang ada penundaan karena delapan bulan terakhir teman-teman OPD gagal memenuhi potensi pendapatan yang ada.
“Gagal ya, jangan dipelintir nih, gak ada APBD Defisit. APBD Defisit itu ditentukan oleh Pemerintah dan DPRD. Walaupun nanti setelah akhir tahun ada kurang dan tidak tercapai itu disebabkan karena kinerja,” tegasnya.
Menurutnya, kegagalan memenuhi potensi penadapatan karena selama delapan bulan terakhir banyak waktu yang terbuang
“APBD itu nol gak ada duit, makanya kita cari dari menit, hari, bulan dan tahun. Kita nyari pajak restoran, kita nyari pajak parkir. Bila itu semua terpungut, keuangan Pemkot Bekasi akan seimbang,” tandasnya.(RON)