Pelebaran Jalan 'Jalur Maut' Cikarang-Cibarusah Belum juga Dikerjakan

Bagikan:

ilustrasi

CIKARANG – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Cecep Noor menilai lambatnya proses pembangunan jalan Cikarang – Cibarusah.
“Pelebaran Jalan sudah sangat dibutuhkan masyarakat Cikarang-Cibarusah, itu jalanan sekarang isinya truk-truk besar dan bus angkutan umum juga Bus karyawan. Jalan kecil tapi kendaraan banyak yang lewat situ, masyarakat kita setiap hari mereka harus bermacet-macetan,” kataya.
Seperti diketahui, pembangunan jalan dinilai perlu dilakukan lantaran jalan sudah tidak mampu lagi menampung volume kendaraan yang melintas.
“Berdasarkan informasi yang saya terima pada jam sibuk, pagi atau sore hari, untuk menempuh jarak 10 km perlu waktu 1,5 jam sampai 2 jam perjalanan. Itu udah gak wajar,” tegasnya
Menurut dia, pada APBD 2017 telah dianggarkan Rp 41 miliar untuk pembangunan jalan. Kemudian, Pemkab menambahkan lagi anggaran pada APBD 2018 sebesar RP 19 miliar.
“Dan sebenarnya pada APBD Perubahan ini, Pemkab meminta lagi anggaran Rp 69 miliar tapi kami belum bisa putuskan. Ini apakah semuanya bisa terbayarkan, atau hanya sebagian saja lahan yang terbayar. Kami inginnya segera dibayarkan tuntas jadi 2019 sudah bisa dibangun jalannya,” katanya.
Untuk diketahui jalur Cikarang-Cibarusah salahsatu jalur paling membahayakan di Kabupaten Bekasi. Banyak jalan yang berlubang ditambah penerangan yang tidak memadai membuat sering terjadi kecelakaan.
“Maka dari itu, tahun ini pembebasan lahan harus selesai. Keluhan terhadap pelebaran jalan ini setiap hari sampai ke saya dari masyarakat, maka ini harus didorong karena sudah terlambat beberapa kali tahun anggaran,” kata wakil rakyat asal PPP tersebut.