Murid SD Korban Keracunan Masih Pusing dan Mual

Bagikan:

CIKARANG TIMUR – Camat Cikarang Timur, Ani Gustini membenarkan adanya korban keracunan di salahsatu sekolah dasar di Cikarang Timur.
“Total ada 15 orang yang mengalami gangguan kesehatan, itu sih seperti keracunan abis mengkonsumsi jajanan sekolah. Tapi anak-anak itu sudah dibawa ke Rumah Sakit biar cepat diperiksa. Laporan yang saya terima yang dirawat ada 9 murid karena mungkin kondisinya belum stabil. informasnya sda yang masih mual, pusing,” katanya.
Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Timur, Komisaris Warija mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10 pagi. Mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi di lapangan, lanjut dia, rasa sakit yang dikeluhkan para siswa diduga dari jajanan spageti yang disantap. Meski demikian, polisi masih melakukan penelusuran lebih dalam.
“Jadi korban habis makan pasta spageti yang dibeli dari pedagang keliling yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Kebetulan ada pedagang spageti yang baru berjualan dua hari. Tapi, kami masih selidiki untuk dikembangkan kasusnya. Dugaan sementara karena keracunan mi spageti,” ucapnya.
Sebelumnya dikabarkan, sembilan siswa SD, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi mendadak dilarikan ke rumah sakit setelah mengkonsumsi jajanan sejenis pasta instan jenis spageti, Selasa (14/8/2018).
Kejadian bermula saat para siswa keluar kelas pada jam istirahat membeli jajanan spageti pedas di salah seorang penjual di sekitar sekolah. Setelah mengonsumsi jajanan tersebut, belasan siswa mengeluhkan sakit pada bagian perut.
“Ada yang mengeluh sakit, ada yang mual ingin muntah. Anak saya sempat muntah, katanya muntah. Tapi syukurnya engga apa-apa, teman-temannya baru pada ke rumah sakit, berobat,” kata Yadi, salah seorang orang tua siswa.