Tri Adhianto Nyalon Ketum KONI, Faisal: Jika Terpilih, APBD Untuk KONI Perlu Dikaji Ulang

Bagikan:
Politisi Golkar yang juga Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Faisal

BEKASI SELATAN – Bakal majunya Plt Walikota Bekasi Tri Adhianto sebagai calon Ketua KONI Kota Bekasi, mendapat sorotan elit politik. Sebagaimana diketahui, Tri Adhianto mengambil formulir pendaftaran calon Ketum KONI Kota Bekasi, Jumat (10/2/2023).

Politisi Partai Golongan Karya sekaligus Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi Faisal menanggapi bahwa Jabatan kepala daerah jangan sampai menyentuh ataupun menjabat pada wilayah struktural yang biayanya berasal dari APBD Kota Bekasi.

“Pemberi hibah Wali Kota penerima hibah Ketua KONI. Dia yang memberikan hibah dia juga yang menerima hibah. Jika kepala daerah merangkap menjabat yang pendanaannya berasal dari APBD, Maka dugaan kolusi pada tubuh KONI akan timbul nantinya,” kritik Faisal.

Maka dari itu, jika Tri Adhianto terpilih jadi Ketua KONI Kota Bekasi, lanjut Faisal DPRD untuk kedepannya tidak bisa menyetujui pengajuan-pengajuan anggaran untuk KONI Kota Bekasi.

“Kalo mereka butuh anggaran ya cari kerjasama saja tidak mengharapkan dari APBD,” tegasnya.

Faisal menyarankan agar Tri Adhianto fokus menjalankan sisa jabatannya sebagai kepala daerah sampai berakhir.

“Seharusnya Plt Walikota Bekasi fokus saja pada sisa waktu jabatan. Masyarakat masih banyak yang belum puas atas kinerja Plt.Walikota.

Faisal mengatakan, jika nanti Tri terpilih menjadi ketum KONI, jangan sampai membuat masyarakat kecewa dengan menyibuk kan diri mengurus KONI.

“Kinerjanya saja belum terlihat dari apa yang diprogramkannya, Eh dia malah mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Kota Bekasi. Jika Plt Walikota berhasil menjadi Ketua KONI. Seharusnya jabatan Kepala Daerahnya harus dilepas karena gaji para pengurus KONI dan gaji Kepala Daerah berasal dari APBD,” tutupnya.(RED)