Mundur dari Jabatan Bupati Bekasi, ini Alasan Neneng

Bagikan:

CIKARANG – Pasca penetapan tersangka KPK terkait kasus suap Meikarta pada Oktober 2018 lalu, Neneng Hasanah Yasin tidak lagi menjadi Bupati aktif. Posisinya kemudian digantikan oleh Wakil Bupati Eka Supria Atmaja yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas bupati (Plt).
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Jejen Sayuti membenarkan sudah mendapat surat pengunduran diri Bupati Bekasi Non Aktif Neneng Hasanah Yasin (NHY), Selasa (19/02/2019).
“Untuk surat pengunduran diri Bupati Bekasi Non aktif Neneng Hasanah Yasin sudah kita terima beberapa hari lalu,” katanya.
Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi kata Jejen, sedang membahas surat yang dilayangkan Bupati Bekasi Non Aktif terkait pengunduran dirinya yang nantinya akan ditetapkan, Eka Supriatmaja sebagai Bupati Bekasi definitif.
“Guna menindak lanjuti surat pengunduran diri Bupati Bekasi Non Aktif, kami masih melakukan pembahasan,” ungkapnya.
“Benar suratnya sudah kami terima pada hari senin, kemudian langsung ditindaklanjuti melalui rapat pimpinan tadi bersama dengan persoalan lain yang juga dibahas,” sambung Ketu DPRD, Sunandar.
Surat itu, kata Sunandar, ditulis oleh Neneng secara pribadi dengan tanda tangan di atas materai. Dalam surat, alasan Neneng mengundurkan diri karena ini fokus pada persoalan hukum yang dijalani.
Selain itu, pengunduran diri dilakukan agar proses administrasi pada roda pemerintahan tidak terhambat.
“Intinya memang Bu Neneng ingin lebih tenang, kemudian ibaratnya dia juga tidak ingin fungsi administrasi dan pembangunan cepat terealisasi,” kata dia.
“Saya sudah instruksikan Sekretaris DPRD untuk berkonsultasi pada Pemprov Jabar dan Kemendagri,” singkat Sunandar.