Dua Hari Demo di Pemkab Bekasi Guru Jatuh Pingsan

Bagikan:

Ribuan guru honorer melakukan aksi demo di Pemkab Bekasi

BERITA BEKASI – Ribuan guru honorer yang menggelar aksi selama dua hari di depan gerbang Komplek Plaza Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi banyak yang jatuh pingsan.
Meski tidak mendapat kepastian dari Kepala Daerah. Namun, perjuangan mereka belum berakhir, para guru honorer siap untuk mogok mengajar sampai tuntutan mereka terpenuhi.
“Teman-teman sekalian, hari ini kita pulang ke rumah masing-masing tetapi kita mogok belajar di sekolah,” kata Ketua Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI), Arif Maulana saat memberi instruksi diatas mobil komando.
Hal ini pun, berlaku bagi semua honorer yang ada di Kabupaten Bekasi.
“Jika ada yang datang ke sekolah, baik penjaga, Staf TU, OPS lebih-lebih guru, maka itu penghianat! Penghianat perjuangan kita semua,” tegasnya.
FPHI, lanjut Arif, dengan dibantu anggota DPRD Kabupaten Bekasi akan melakukan negosiasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi agar tuntutan para guru honorer terpenuhi.
“Besok ada Paripurna, kami akan datang kesana tanpa saudara-saudara. Berdoa saja dirumah, berbakti kepada suami, berbakti kepada istri,” pesannya.
Yang pasti, kata dia, jika ada pihak-pihak yang mengintimidasi perjuangan yang dilakukan para guru honorer, silahkan dilaporkan.
“Kalau ada yang mengintimidasi laporkan kepada kami. SMS dan WA (Whats app-red) jangan dihapus. Kita buktikan, kita yang dipecat atau dia yang dipecat,” pungkasnya.
Perlahan, peserta aksi pun meninggalkan lokasi demo setelah mendengar orasi. Gerbang Plaza Pemkab Bekasi yang sempat ditutup pun akhirnya dibuka kembali.