Polsek Bantargebang Tangkap Pelaku Pengrusakan Sekolah

Bagikan:


BANTARGEBANG – Polsek Bantargebang menangkap remaja yang melakukan aksi pengrusakan sebuah sekolah swasta. Pengrusakan ini buntut dari aksi tawuran yang beberapa waktu lalu menelan korban jiwa.
Para pelaku berinisial CK (17), GA (19), AYH (17) serta MDR (17) dan 18 lainnya kini masih dalam pencarian (DPO) kepoisian.
“Aksi pengrusakan ini disebabkan dendam kejadian tawuran beberapa waktu lalu,” ujar Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo saat menggelar konferensi pers, senin (24/9/2018).
“Dari para tersangka melempar batu ke sekolah, sehingga mengakibatkan kerusakan dan kerugian di tafsir mencapai 15 juta,” kata Kompol. Siswo
Menurut para pelaku seperti yang dituturkan Kapolsek Bantar Gebang, Kompol. Siswo, motif para pelaku melakukan aksi tersebut adalah balas dendam. Diketahui bahwa sekolah yang menjadi korban pengrusakan adalah sekolah Pijar Alam yang beberapa waktu lalu terlibat tawuran dengan SMK lain dan menyebabkan korban jiwa.
“Adapaun keterangan dari para pelaku adalah dendam karena pada saat tawuran, rekan mereka menjadi korban,”tambahnya.
Kejadian berawal ketika saksi yang bernama Sukma yang didatangi para pelaku yang berboncengan sepeda motor dan bertanya kepada saksi kapan murid pulang atau keluar sekolah. Kemudian saksi yang ketakutan berusaha menutup pintu pagar sekolah dan saksi segera masuk ke loby sekolah. Sekitar 5 menit berlangsung, kemudian datang gerombolang orang yang berboncengan sepeda motor yang berjumlah 22 orang dan langsung melakukan pelemparan batu dan petasan ke arah sekolah sehingga menyebabkan kaca gedung pecah.
“Murid dan guru yang mengetahui kejadian tersebut berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi ke dalam sekolah,” kata Siswo menambahkan.
Barang bukti yang berhasil diamankan polisi berupa batu dan pecahan kaca, para tersangka kini dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (RON)