
AMBON – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) resmi menggelar pembukaan Muktamar XIV KAMMI di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Maluku, pada Jumat (30/10/2026) malam.
Mengusung tema “Kontribusi KAMMI untuk Kejayaan Negeri” dengan semangat lokal “Ale Rasa, Beta Rasa”, agenda nasional ini menjadi momentum penting bagi KAMMI untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan merumuskan arah gerakan ke depan.
Muktamar XIV KAMMI di Ambon diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat persatuan, membangun gagasan, serta melahirkan kepemimpinan yang mampu menjawab berbagai tantangan bangsa. Selain menjadi forum evaluasi organisasi, muktamar juga menjadi momentum untuk mempertegas peran mahasiswa Muslim dalam pembangunan nasional.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI, Ahmad Jundi, menegaskan bahwa Muktamar XIV bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan momentum penting untuk memperkuat arah perjuangan organisasi dan memastikan KAMMI tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.
Ia menyampaikan bahwa KAMMI harus terus menjaga identitasnya sebagai gerakan mahasiswa Islam yang memiliki komitmen terhadap perjuangan keumatan dan kebangsaan. Menurutnya, kader KAMMI tidak cukup hanya memiliki gagasan, tetapi juga harus mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Muktamar XIV diharapkan menjadi ruang konsolidasi nasional untuk menyatukan visi, mengevaluasi perjalanan organisasi, serta merumuskan agenda strategis yang mampu menjawab berbagai persoalan bangsa.
“Melalui Muktamar XIV ini, kita ingin memastikan bahwa KAMMI terus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa. Kader KAMMI harus mampu menjadi generasi yang tidak hanya memiliki gagasan, tetapi juga menghadirkan kerja nyata bagi masyarakat,” demikian pesan yang dirangkum dari sambutan Ketua Umum PP KAMMI.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjaga persatuan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun organisasi. Semangat “Ale Rasa, Beta Rasa” diharapkan menjadi landasan dalam memperkuat solidaritas dan persaudaraan antarkader.
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D., dalam sambutannya menyoroti pentingnya peran mahasiswa dan generasi muda dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang.
Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta karakter yang kuat. Perubahan teknologi dan kebutuhan industri menuntut generasi muda untuk terus meningkatkan keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja.
Ia berharap KAMMI dapat mengambil peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan ketenagakerjaan di Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi pada pencarian pekerjaan, tetapi turut membangun semangat kewirausahaan dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.
“Generasi muda harus mempersiapkan diri dengan kompetensi yang relevan, karakter yang kuat, dan kemampuan beradaptasi. Mahasiswa memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan bangsa, termasuk dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan,” demikian pesan yang dirangkum dari sambutan Menteri Ketenagakerjaan.
Kehadiran Menteri Ketenagakerjaan dalam pembukaan Muktamar XIV KAMMI diharapkan dapat memperkuat sinergi antara gerakan mahasiswa dan pemerintah dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia serta menciptakan masa depan ketenagakerjaan Indonesia yang lebih baik.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Ambon sebagai tuan rumah Muktamar XIV KAMMI. Kehadiran kader KAMMI dari berbagai daerah di Indonesia dinilai menjadi kebanggaan sekaligus momentum bagi Maluku untuk memperkuat persatuan dan mempererat persaudaraan kebangsaan.
Ia berharap Muktamar XIV KAMMI tidak hanya menjadi forum konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan organisasi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan konstruktif bagi pembangunan daerah dan kemajuan Indonesia.
Wakil Gubernur menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menjaga persatuan, merawat keberagaman, serta mengambil bagian dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan. Menurutnya, Maluku dengan kekayaan budaya, sejarah, dan keberagamannya membutuhkan kontribusi seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan.
Semangat “Ale Rasa, Beta Rasa” yang diangkat dalam Muktamar XIV KAMMI dinilai sejalan dengan nilai persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Maluku. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan diwujudkan dalam kerja sama, solidaritas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia juga berharap kader KAMMI dapat menjadi generasi intelektual yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kepedulian sosial sehingga mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa.
Pembukaan Muktamar XIV KAMMI turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli, Ph.D.; Anggota Komisi XIII DPR RI Saadiah Uluputty, S.T.; Wakil Gubernur Maluku H. Abdullah Vanath, S.Sos.; Wakil Wali Kota Ambon Elly Toisutta; Wakil Rektor II UIN A.M. Sangadji Ambon Dr. Husin Wattimena, M.Si.; serta Ketua Umum Keluarga Alumni KAMMI Wilayah Maluku H. Abdullah Asis Sangkala, S.Hut., M.Si.
Melalui penyelenggaraan Muktamar XIV di Ambon, KAMMI diharapkan mampu memperkuat soliditas kader, melahirkan gagasan strategis, serta menetapkan kepemimpinan dan arah gerakan organisasi yang berorientasi pada kemajuan bangsa.
Muktamar XIV KAMMI menjadi penegasan bahwa kontribusi mahasiswa Muslim tidak berhenti pada ruang kampus, tetapi juga hadir dalam menjawab persoalan masyarakat, memperkuat persatuan nasional, dan mewujudkan kejayaan Indonesia.(**)


