Dianggap Lalai, Kadinkes Berikan Tindakan Tegas Puskesmas Kaliabang Tengah

Bagikan:

Puskemas Kaliabang Tengah

BEKASI UTARA – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengambil kebijakan atas kejadian seorang Ibu berinisial WK melahirkan di toilet Puskesmas Kali Abang Tengah Kota Bekasi pada Minggu, 17 Februari 2019 lalu. Dalam kasus ini, pihak puskesmas dianggap lalai dalam menjalankan tugas.
Dari laporan yang diterima, pihak puskesmas tetap memberikan tindakan kepada Ibu dan Anak tersebut pasca melahirkan. Walaupun begitu, sesuai amanat PP No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, Dinas Kesehatan melakukan proses majelis kode etik untuk menangani dugaan pelanggaran kode etik.
“Dinkes Kota Bekasi sedang melakukan proses majelis kode etik dalam hal kelalaian pelayanan pihak puskesmas,” kata Kadinkes Tanti Rohilawati, dalam keterangan tertulis, Rabu, (20/2/2019)
Lebih lanjut dari laporan yang pihaknya telah terima, kronologis kejadian pada Minggu tanggal 17 Februari 2019 jam 16.50, pasien (WH) dan Suami (MN) alamat Kaliabang Tengah RT 05 RW 01 datang dengan G9P4A4 hamil aterm. Pasien mengatakan mulai mules kurang lebih jam 16.00 WIB.
Sampai di Puskesmas Kaliabang Tengah, pasien memanggil bidan jaga tetapi bidan jaga tidak mendengar, bersamaan Office Boy Puskesmas yang biasa berjaga diluar sedang pergi bersama anaknya. Pasien kemudian terasa ingin BAB lalu pasien ke kamar mandi puskesmas yang letaknya diluar gedung Puskesmas. Dan ternyata kelahiran bayi tidak bisa ditahan lagi.
Karena panik, keluarga memanggil bidan yang rumahnya dekat dengan puskesmas, lalu dilakukan pemotongan tali pusat. Bayi sempat dibawa ke rumah bidan tersebut, tapi dibawa kembali ke puskesma karena bidan jaga keluar dari puskesmas.
Selanjutnya ibu dibawa masuk ke puskesmas dan disusul bayinya. Dilakukan penatalaksanaan ibu bersalin kala IV dan penatalaksanaan bayi baru lahir sesuai prosedur selanjutnya.
Adapaun tindakan bagi pasien Ibu yang melahirkan dengan mengeringkan, explorasi pengeluaran pervaginaan, pemeriksaan luka jalan lahir, mamase fundus uteri, pengukuran tanda-tanda vital dan observasi pendarahan post partum.
Untuk tindakan terhadapi bayi dengan mengeringkannya, suction untuk mengeluarkan lender dari jalan nafas, injeksi Vit K, pengukuran Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB). Lalu tindakan inisiasi menyusui dini (IMD) dan selanjutnya bayi dirawat dalam incubator, BBL : 2900 gram, PB : 48 cm kondisi bayi stabil dan ibunya sehat. Pasien pulang pada hari Senin, 18 Februari 2019 jam 10.00 WIB.
Setelah kejadian ini, pihak puskesmas memasang bel khusus untuk pasien yang hendak melahirkan.(RON)