Bawaslu: Partisipasi Warga Penting Guna Sukseskan Pemilu 2019

Bagikan:

Ali Mahyail

BEKASI – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi Koordinator Bidang Pengawasan, Ali Mahyail mengatakan Hari pencoblosan pemilihan Umum 2019 akan digelar serentak pada 17 April 2019, tepat 57 hari lagi.
Untuk menyukseskan pesta demokrasi pemilu serentak 2019, ia berharap warga dapat menggunakan hak pilihnya juga perannya mengawal pelaksanaan pemilu.
“Perpartisipasi aktif warga dalam upaya pengawasan pelanggaran pemilu dilingkungan masing-masing. Kalau ada persoalan dan melihat ada pelanggaran seperti politik uang, laporkan kepada panitia pengawas kecamatan yang ada di 12 Kecamatan di Kota Bekasi. Ini sangat membantu kami di bawaslu,” kata Ali Mahyail, Selasa, (19/2/2019).
Kemarin juga kata dia, telah dilakukan sosialisasi partisipasi bagi para santri di Kota Bekasi untuk menginformasikan regulasi pemilu dan pelanggaran pemilu yang kerap terjadi.
“Di pondok pesantren tempat santri belajar juga jadi lokasi yang dilarang untuk kampanye. Maka bila menemukan itu laporan juga pada panwascam,” kata Ali.
Ali Mahyail melanjutkan regulasi terbaru pemilihan umum ada di UU No 7 Tahun 2017 tentang pemilu. Dalam UU ini secara tegas dijelaskan beberapa larangan dan sanksi hukum bagi peserta pemilu yang melanggar ketentuan-ketentuan.
Peserta Pemilu 2019 yakni parpol untuk pemilu anggota DPR, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/kota, perseorangan untuk pemilu anggota DPD, dan Paslon yang diusulkan parpol pengusung untuk pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI.
“Pelanggaran yang cukup sering dilanggar oleh peserta pemilu adalah kampanye di luar jadwal, perusakan dan penurunan alat peraga kampanye peserta lain serta money politik dan isu SARA,” kata Ali. (goeng).