KPK Beberkan Alur Komunikasi yang Menyebutkan EY Taupik dan Marpuah

Bagikan:

Jaksa KPK Yadyn usai persidangan perkara suap meikarta di PN Bandung

BANDUNG – Jaksa KPK Yadyn usai persidangan perkara suap meikarta mengungkapkan, dalam rekaman yang dibuka saat persidangan itu menjadi petunjuk dugaan rencana pertemuan antara James dengan Bupati Bekasi.
“Bahwa tujuannya hanya menjenguk Neneng Hassanah itu kita bisa bantah juga. Neneng Hassanah dalam persidangan sebelumnya menjelaskan bahwa disana ada proses dimana mereka memperlihatkan gambar-gambar terkait proyek Meikarta,” kata Yadyn, Senin, (11/2/2019)
Kesaksian Edi Sus dalam persidangan juga membuat jelas bahwa pertemuan tersebut sudah direncanakan. Peran Edi Sus tergambar sebagai perantara yang menghubungkan pihak Lippo dengan Pemkab Bekasi.
“Ini sudah direncanakan, Toto menghubungi Edi Sus. Edi Sus menghubungi EY Taupik, EY Taupik menghubungi Marpuah, Marpuah menghubungi ajudan, ajudah menghubungi Neneng Hassanah Yasin, itu alurnya,” tutur Yadyn
Berikut bunyi percakapan yang sempat dibeberkan dalam persidangan yang berhasil disadap KPK:
Edi Sus: Ada info perintah penting dari Pak TB, Toto Bartholomeus. Khusus minta tolong Pak James sama Pak Billy mau ngadap (menghadap-red) Ibu, kapan ya kira-kira waktunya?
Yusup Taupik: Siapa?
Edi Sus: Pak James sama Pak Billy mau ngadap Ibu. Suruh koordinir. Gimana enaknya?
Yusup Taupik: Langsung?
Edi Sus: Iya langsung. Gitu pak. Terserah apa besok malam atau Senin.
Yusup Taupik: Saya lagi di Banten pak. Siapa yang mau bertemu?
Edi Sus: Pak Billy. Ya itu sudah petinggi pokoknya. Di atasnya Pak Toto. Apa besok sore?