Imigrasi Tangerang Deportasi 117 WNA

Bagikan:


TANGERANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang mencatat sebanyak 117 Warga Negara Asing (WNA) telah di deportasi lantaran melakukan pelanggaran administrasi sebagai WNA.
Dari data tersebut, paling banyak WNA dari Cina dan yang kedua dari WNA Nigeria. Mereka telah melakukan penyalahgunaan Visa kunjungan selama di Kota Tangerang, mereka selama tinggal di Kota Tangerang tidak mempunyai data lengkap dan juga telah menyalahgunakan Visa yang mereka miliki.
Menurut Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang Herman Lukman, selama Januari hingga Oktober pihaknya telah melakukan pemantauan dan razia bagian WNA yang telah melakukan pelanggaran. Dari hasil razia, ada 117 orang yang di Deportasi ke Negaranya masing masing.
“Dari hasil razia yang kita lakukan, paling banyak yang melakukan pelanggaran WNA dari Cina, mereka melakukan pelanggaran Visa yang harusnya Visa tersebut digunakan untuk kunjungan wisata mereka gunakan untuk bekerja di Kota Tangerang,”ujarnya.
Herman menjelaskan, bahwa pihaknya selalu melakukan pengawasan terhadap WNA, terlebih jika Visa yang digunakan mereka salahgunakan. Harusnya, para WNA yang ingin bekerja di Indonesia khususnya di Kota Tangerang harus menggunakan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).
“Jika WNA ingin bekerja maka harus menggunakan KITAP bukan VISA. Kalau menggunakan VISA maka kami akan kembalikan ke Negaranya masing-masing,”ungkapnya.
Lanjut Herman menambahkan, selama 2018 pembuat pasport juga banyak, dari Januari sampai November sebanyak 80221. Hal tersebut terlihat banyaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang melakukan kunjungan ke Luar Negri.
“Kemungkinan sampai akhir Desember bisa bertambah, karena memang banyak orang kita yang membuat pasport untuk berkunjung ke Luar Negeri. Bahkan hampir setiap hari warga Kota Tangerang terlihat di kantor Imigrasi untuk membuat pasport,”paparnya.
Herman menjelaskan, bahwa saat ini masih menggunakan sistem manual dan kedepannya akan menggunakan sistem online untuk mempermudah masyarakat mengurus masalah paspor,KITAS, ITK, dan KITAP.
“Kami sedang merancang sistem online untuk mempermudah masyarakat. Bahkan dengan cara online kita bisa memantau masa berlaku paspor dengan cara menggunakan barcode yang ada di paspor,”tutupnya.
Untuk diketahui Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang melalui data statistik pelayanan selama 2018 untuk Paspor sebanyak 80221, KITAS Baru 4882, KITAS Perpanjangan 5396, ITK 4260, KITAP Baru 252, KITAP Perpanjangan 99 dan Menjadi WNI 34. (mg-9)