Dinas Ketahanan Pangan dalam Pengawasan Keamanan Pangan di Daerah

Bagikan:

PRE MARKET – OTORITAS KOMPETEN KEAMANAN PANGAN
DAERAH (OPD KP PROV/UPTD Balai Pengawasan dan Mutu Pangan)
Produsen/Petani/Pelaku Usaha
IJIN EDAR
POST MARKET – Bidang Konsumsi dan Pengembangan
SDM (Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan)
Pasar Modern & Pasar Tradisional
Rapid Test Kit & Lab Pengujian (KAN)
Regulasi/Dasar Hukum
Undang-undang RI Nomor 23 tahun 1992 Tentang Kesehatan;
Undang-undang RI Nomor 18 tahun 2012 Tentang Pangan;
Undang-undang RI Nomor 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen;
Peraturan Pemerintah RI Nomor 69 tahun 1999 Tentang Label dan Iklan Pangan;
Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 tahun 2004 Tentang Keamanan, mutu dan gizi pangan;
Permenkes Nomor 329/Menkes/Per/XII/76 Tentang Produksi dan Peredaran Makanan;
Permenkes Nomor 239/Menkes/Per/V/1985 Tentang Zat warna tertentu yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya;
Permenkes Nomor 722/Menkes/Per/IX/1998 Tentang Bahan Tambahan Makanan;
Permentan Nomor 51/Permentan /OT.140/10/2008 Syarat dan Tatacara Pendaftaran Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT);
Peraturan Menteri Pertanian No.27/Permentan/ PP.340/5/2009 tentang Pengawasan Keamanan Pangan terhadap Pemasukan dan Pengeluaran Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT);
Regulasi Daerah Jawa Barat, Tentang Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD).
UU No. 18 TAHUN 2012 TENTANG PANGAN
Pada BAB VII, Keamanan Pangan diatur pada pasal : Pasal 67, 68, 71, 72
Sedangkan Ketentuan Pidananya diatur pada pasal 133-148, dengan pidana kurungan mulai dari 1 tahun – 7 tahun, atau denda dari 2 milyar – 100 milyar rupiah.
PANGAN
Segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan dan minuman (No. 7/1996 tentang Pangan DI REVISI UU. NO 18 THN 2012).
SUMBER ENERGI, PROTEIN, DAN VITAMIN/MINERAL
untuk memenuhi kehidupan yang sehat, aktif, cerdas dan produktif
Keamanan Pangan UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Kondisi dan upaya yang diperlukan untuk, mencegah pangan dari kemungkinan cemaran, biologis, kimiawi, dan benda lain yang dapat, mengganggu, merugikan, dan membahayakan, kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.
Kenapa Keamanan Pangan Penting ?
Memperoleh makanan yang cukup, bergizi dan aman Adalah hak setiap manusia
Pangan harus amam dan layak dikonsumsi (Food shall be fit and safe for human consumption)
AMAN
Tidak mengandung bahan-bahan yang dapat membahayakan kesehatan atau keselamatan manusia seperti menimbulkan penyakit atau keracunan
LAYAK
Keadaan normal, tidak menyimpang seperti busuk, kotor, menjijikkan dan penyimpangan lainnya
Pangan Aman dan Layak bebas dari
CEMARAN FISIK
benda-benda asing yang dapat menyebabkan kecelakaan atau penyakit jika tertelan, misalnya pecahan gelas, potongan kayu, bagian tubuh seperti kuku, rambut
CEMARAN KIMIA
cemaran bahan-bahan kimia beracun termasuk toksin yang dapat menyebabkan keracunan atau penyakit, misalnya logam berat, pestisida, bahan tambahan kimiawi yang dilarang atau melebihi dosis. (karena kondisi lingkungan yang tercemar limbah industri dll)
CEMARAN BIOLOGI
cemaran yang ditimbulkan oleh mikrobia misalnya bakteri, karena rendahnya kondisi higiene dan sanitasi
TEMUAN KEPOLISIAN POLDA JABAR DALAM KASUS KEAMANAN PANGAN DI JAWA BARAT
PADA BULAN JANUARI S.D MARET TAHUN 2018 MEDIA CETAK LOKAL DI JAWA BARAT MENGINFORMASIKAN BERITA KERACUNAN ATAU PANGAN YANG MENGANDUNG ZAT YANG BERBAHAYA DIANTARANYA :
DI GARUT TEPATNYA DI RANCAMAYA ADA 145 ORANG KERACUNAN HIDANGAN PADA HAJATAN;
DI GARUT HASIL PENYELIDIKAN KEPOLISIAN POLRESTABES BANDUNG MENEMUKAN MIE BERFORAMALIN SEBANYAK 350 KG;
DI BANDUNG TEPATNYA DI SD NEGERI PELITA SEBANYAK 32 MURID MENGALAMI KERACUNAN AKIBAT JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) DAN;
INFORMASI TERKINI DARI BADAN KARANTINA PERTANIAN TERKAIT PRODUK BUAH MELON IMPOR DARI AUSTRALIA YANG MENGANDUNG CEMARAN BAKTERI LISTERIA (menyebabkan meningitis atau infeksi otak)
Masih banyaknya produk pangan yang belum memenuhi persyaratan keamanan pangan (Uji Laboratorium tahun 2018 menunjukkan masih terdeteksi penggunaan boraks thd pangan yang dilarang digunakan). Kasus serta kejadian ketidakamanan pangan masih banyak dijumpai seperti keracunan jajanan anak sekolah, mie penggunakan formalin dll.
2. Adanya kecenderungan peningkatan impor buah dan sayuran, yang belum pasti aman dikonsumsi
3. Belum optimalnya kelembagaan penanganan keamanan pangan terutama di daerah
Apa Arti Stiker Angka pada Buah Impor di Swalayan?
1. Stiker kode empat digit yang diawali angka 3 atau 4
Bila hanya empat angka yang tertera di stiker, artinya buah (atau terkadang sayuran) itu diproduksi dengan bantuan teknik agronomis, termasuk dengan banyak penyubur tanaman dan pestisida.
2 Stiker kode lima digit yang diawali angka 8
Ini artinya buah tersebut telah mengalami modifikasi genetika dalam proses pertumbuhannya. Ya, buah itu termasuk dalam pangan GMF/GMO (Genetically Modified Organism) yang menuai pro dan kontra belakangan ini.
Penelitian menunjukkan, melon, pisang, dan pepaya adalah jenis buah yang paling sering dimodifikasi.
3.Stiker kode lima digit yang diawali angka 9
Jika Anda melihat kode ini pada buah yang akan dibeli, ini tandanya buah tersebut diproduksi menggunakan metode pertanian alami, tanpa zat kimia. Ini merupakan produk organik.
Bagaimana jika buah yang akan Anda beli tak memiliki kode PLU?
Sebaiknya jangan dulu gembira. Kebanyakan dari kita memang cenderung memilih buah yang tidak dibubuhi stiker lantaran menganggapnya sebagai buah alami. Tapi hal ini bisa berbahaya bila buah yang Anda beli merupakan buah impor. Pasalnya, buah impor harus selalu diberi label stiker. Bila tak ada stiker kode pada buah tersebut kemungkinannya stiker telah dilepas demi alasan tertentu.