Warga Pertanyakan Kontribusi PT BTI ke Masyarakat Sekitar Pabrik

Bagikan:

Ilustrasi

BEKASI UTARA – Kontribusi PT Bridgestone Tire Indonesia (BTI) terkait penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) di keluhkan sejumlah warga Kp Sawah PLN tepatnya di RT 05/01 Kelurahan Harapan Jaya Kecamatan Bekasi Utara.
Persoalannya, Warga yang bertempat tinggal di sekitaran PT Bridgestone Tire Indonesia (BTI) belum merasakan kontribusi dari perusahaan dalam bentuk CSR.
Seperti diungkapkan AJ (37) salah seorang warga Kp Sawah RT 05/01 kepada wartawan Jumat, (21/12). Menurutnya, sejauh Ini tidak ada kontribusi perusahaan dalam bentuk  program Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap lingkungan masyarakat sekitar
“Sampai sekarang, Kami warga belum merasakan kontribusi perusahan dalam bentuk CSR,” ucap AJ.
Padahal kata dia, sesuai atauran, program CSR itu adalah suatu konsep atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap sosial maupun lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Seperti melakukan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menjaga lingkungan, memberikan beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah tersebut.
Selain masalah CSR, warga Kp. Sawah Ini juga mempertanyakan perekrutan tenaga kerja oleh perusahaan yang tidak pernah mengajak maupun melibatkan warga setempat.
Hal Senada juga diungkapkan Angga,  Sekretaris RT 05 yang menyesalkan sikap ketidak pedulian perusahan terhadap masyarakat sekitar. Padahal, jarak antara perusahaan dengan warga sangat berdekatan
“Jarak gudang dengan pemukiman warga juga hanya dibatasin dinding perusahan,” ungkap Ketua Ikatan Remaja Kampung Sarah (IREKAS) Ini.
Mirisnya lagi, meski sudah lama beroperasi, perusahaan Ini juga belum  pernah untuk memperdayakan atau pun memperkerjakan warga sekitar, “Bahkan kami (Pemuda) disini pun juga tidak pernah dilibatkan dalam hal perekrutan tenaga kerja,” terangnya.
Selama ini akui dia bahwa, warga Kp Sawah RT 05 Ini tidak pernah mendapat bantuan program CSR  atau pun kompensasi apa pun dari pihak perusahaan.
“Padahal kondisi TWH- C tempat penyimpana karbon sangat mengganggu pernapasan,” sesalnya..
Terkait hal ini, warga RT 05 bahkan sudah bersurat namun belum pernah ada respon dari managemen PT. BTI.”Kami warga berharap pemerintah ataupun DPRD bisa membantu permasalahan ini,” tutupnya.
Namun sayangnya hingga berita Ini dipublikasikan, belum ada keterangan dari managemen perusahaan terkait keluhan warga sekitar tersebut.(RON)