Dishub Kabupaten Bakal Tertibkan Lokasi Parkir Pertokoan di Seputaran SGC

Bagikan:

Satpol PP Kabupaten Bekasi menertibkaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan sepanjang persimpangan jalan SGC Cikarang, Rabu (12/12/2018).

CIKARANG – Pasca penertiban pedagang kaki lima (K5) yang berjualan di badan jalan kapten Soemantri, Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi akan melakukan penataan terhadap lokasi parkir yang selama ini dianggap semrawut.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Yudi Chandra Permana mengatakan, perlu dilakukannya penataan perpakiran yang ada di sekitar Jalan Kapten Soemantri seputaran SGC.
Sebab, sampai saat ini kondisi jalan di sini sangat semrawut, bahkan tidak tertibnya pengendara yang parkir kendaraan di setiap pertokoan yang berada di muka jalan.
“Pihaknya sampai saat ini sudah berkomunikasi bahkan berkoordinasi dengan semua stakeholder, kalaupun nanti ada rekayasa manajemen lalu lintas, ada penempatan rambu rambu lalu lintas jalan atau penunjuk rintangan, juga akan kita lakukan. Namun, perlu dilakukannya konsultasi dengan pimpinan, mengenai bagaimana mekanismenya,” ujarnya.
Yudi mengungkapkan, setelah tindakan kemarin, dengan dilakukannya penertiban pedagang kaki lima (PKL). Harus ada follow up dan progress lebih lanjut, guna bagaimana meminimalisir kemacetan yang kerap terjadi di simpang SGC selama ini.
Dirinya berharap, dengan adanya penertiban kemarin, para pedagang segera direlokasi ke tempat yang sudah disediakan Pemerintah Daerah. Karena akses jalan ini merupakan fungsinya sebagai akses sub keluar masuk terminal Cikarang.
“Jalan yang dipakai berdagang selama ini, merupakan fungsi dari jalur keluar masuknya angkutan ke terminal Sub Cikarang, jadi sebagaimana keinginan pimpinan untuk menata simpang Cikarang lebih baik,” ucapnya.
Sedangkan, untuk penataan parkir tambahnya, saat ini tengah digodok dan dibahas Peraturan Daerah (Perda) tentang Perparkiran diantaranya penetapan retribusi, pemberian sanksi, dan lainnya. Mudah -mudahan dalam perda perparkiran ini bisa dilaksanakan penataan dan eksekusi.
“Karena sampai saat ini baru ada 13 lokasi titik parkir, sedangkan titik parkir tersebut masih begitu banyak, sehingga potensi inilah yang sedang dikejar karena begitu banyak sekali pengelola parkir di lingkungan SGC,” katanya.(jie)