Siasati Kenaikan Harga, Pedagang Sayur Jual Sayuran Paket Hemat

Bagikan:

Foto Dok
Ilustrasi (Foto: Dok bb.co.id)

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI TIMUR – Para pedagang sayuran di Pasar Baru Bekasi mengeluhkan kenaikan harga sayur mayur yang melonjak tinggi hingga 100 persen di bulan ramadan ini. Pasalnya, hal itu berimbas pada pendapatan mereka yang menurun drastis, akibat berkurangnya daya beli masyarakat.
Untuk itu, guna memecahkan problem tersebut, para pedagang menyiasatinya dengan mengemas dan menjual sayuran harga paket hemat, yakni sebesar Rp 1000 per kantong untuk setiap jenis sayuran, seperti wortel,  buncis, tauge, timun, tomat, bawang merah dan macam-macam jenis cabai. Para pedagang berharap, dengan solusi yang mereka berikan ini mampu meningkatkan kembali daya beli masyarakat.
Menurut Sarmini, seorang ibu rumah tangga, dengan adanya paketan sayur mayur yang di paket seperti itu dapat membantunya dalam mengatur uang belanja yang kalah jauh dengan melonjaknya harga sayuran.
“Sebagai ibu rumah tangga harus pintar mengatur uang belanja, disaat harga sayuran naik drastis, ibu bisa menghemat dengan beli paketan sayur mayur,” ujar Sarmini, Selasa (1/07/2014).
Sementara itu Edi Wijaya (38) yang seorang pedagang mengaku, sengaja berinisiatif membuat paketan hemat sayur mayur karena kasihan dengan konsumen.
“Istilahnya kita kasihan sama rakyat sebagai konsumen kalau harus beli sekilo namun harganya tidak kesampaian, bagi yang butuh seribu atau dua ribu yang dipaket seperti cabe, wortel, buncis, tomat, tauge dan lain lain,” paparnya.
Sebagai informasi berikut harga sayur mayur yang mengalami kenaikan harga:
Bawang merah dari Rp. 16.000/Kg menjadi Rp. 24.000/Kg kemudian Tomat dari Rp.6.000/Kg menjadi Rp.12.000/Kg sedangkan wortel merah dari Rp.5.000/Kg menjadi Rp.12.000/Kg.
Sementara itu harga telur ayam masih bertahan di angka Rp. 20.000/Kg. Lalu harga ayam potong jenis boiler dari Rp. 18.000/ekor menjadi Rp. 25.000/Kg/ekor. Kemudian harga daging sapi lokal dari Rp. 90.000/Kg naik menjadi Rp. 100.000/Kg.
Rata – rata kenaikan tersebut sudah berlangsung sejak 1 minggu sebelum memasuki bulan puasa. Kenaikan tersebut terjadi dikarenakan permintaan kebutuhan dari konsumen yang cukup tinggi dan kurangnya pasokan dari segala komoditi. [wok]