DPRD Optimistis PSEL Bantargebang Jadi Tonggak Pengelolaan Sampah Nasional

CINA – Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi menegaskan pihaknya akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar proyek PSEL benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, manfaat yang diharapkan tidak hanya berupa penyelesaian persoalan sampah dan produksi energi listrik, juga transfer teknologi, peningkatan kualitas lingkungan, edukasi masyarakat, penghijauan, hingga terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga Kota Bekasi.

“Kami ingin ada transfer knowledge kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Bekasi. Selain itu, proyek ini juga harus mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pelayanan birokrasi yang profesional dengan mengedepankan prinsip good governance, sehingga investasi strategis dapat berjalan dengan transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian bagi semua pihak.

Usai meninjau langsung fasilitas Wangneng Environment, Sardi mengaku semakin optimistis pembangunan PSEL Bantargebang dapat direalisasikan sesuai rencana. Sardi mengaku terkesan dengan konsep kawasan yang mengusung teknologi modern sekaligus menghadirkan ruang publik bagi masyarakat.

Selain fasilitas utama pengolahan sampah menjadi energi listrik, kawasan PSEL nantinya dirancang memiliki lapangan sepak bola, kolam renang, jogging track, hingga area olahraga lainnya.

“Desainnya sangat modern. Ini bukan hanya fasilitas pengolahan sampah, tetapi akan mengubah wajah Bantargebang menjadi kawasan yang lebih tertata dan ramah masyarakat. Ini adalah ikhtiar bersama membangun Kota Bekasi yang lebih maju,” katanya.

Ia menyebut Wangneng merupakan perusahaan yang telah berpengalaman selama sekitar 33 tahun di bidang energi dan telah membangun sekitar 30 fasilitas PSEL di berbagai wilayah di Tiongkok.

“Dengan pengalaman yang dimiliki Wangneng, kami semakin yakin PSEL Bantargebang dapat menjadi proyek strategis nasional yang sukses dan memberikan dampak positif bagi Indonesia, khususnya Kota Bekasi. DPRD akan terus mengawal agar proyek ini berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Sardi.

Ia menambahkan, keberadaan ruang terbuka hijau di kawasan PSEL juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas udara, memperindah lingkungan, serta menjadi ruang interaksi bagi masyarakat. Di sisi lain, energi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah menjadi bukti bahwa limbah dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi kehidupan.

“Ini bukan sekadar membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi membangun masa depan Kota Bekasi yang lebih bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan. Kami optimistis PSEL Bantargebang akan menjadi contoh bagaimana teknologi, lingkungan, dan kepentingan masyarakat dapat berjalan beriringan demi mewujudkan Kota Bekasi yang semakin maju,” tutupnya.(**)