
BEKASI – Ribuan warga pendukung calon Kepala Desa Hj. R. Yaceu Herliyanti, memadati ruas jalan Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, dalam rangka kampanye terbuka Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Bekasi, Selasa (15/9/2026).
Massa pendukung Cakades nomor urut 02 mengenakan pakaian serba hitam bertuliskan pasukan YH kampanye dengan konvoi secara tertib, dengan pendampingan aparat keamanan.
Kampanye damai ini digelar menjelang hari pencoblosan, yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026 mendatang. Dalam orasinya di hadapan para pendukung, Yaceu menegaskan alasannya kembali maju dalam bursa Pilkades Lambangsari, adalah untuk melanjutkan penataan desa yang sempat dirintisnya.
“Hari ini kita berkumpul bukan cuma buat ramai-ramai, tapi membuktikan keberadaan kita untuk Lambangsari. Slogan kita jelas, Hadir Untuk Memberikan Bukti Kembali. Kita mau menata Desa ini bareng-bareng lagi, anggaran harus terbuka, dan warga harus bahagia,” ujar Yaceu di lokasi kampanye.
Mantan Kepala Desa Lambangsari periode 2012–2018 tersebut menambahkan, bahwa prinsip kebersamaan menjadi landasan utamanya, dalam merangkul seluruh elemen masyarakat Tambun Selatan.
“Semangat kita adalah Saling Asah, Saling Asih, Saling Asuh. Tidak ada perbedaan, semua warga dari RT sampai RW harus merasakannya. Lambangsari ini rumah kita bersama,” tegas Yaceu diiringi sorak pendukung
Yaceu yang pernah menjadi Kades Lambangsari bisa membawa rekam jejak kepemimpinan satu periode penuh sebagai modal politik. Selama memimpin, ia dikenal memelopori sejumlah inovasi administrasi desa, di antaranya program pelayanan publik Sabtu-Minggu serta komputerisasi dokumen warga.
Pendekatannya di akar rumput juga diperkuat lewat pembinaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kegiatan pengajian, kader PKK, hingga posyandu. Dari sisi fisik, pembangunan gedung kantor Desa Lambangsari serta pembenahan jalan lingkungan, menjadi peninggalan infrastruktur yang terus dikampanyekannya.
Pengalaman memimpin birokrasi desa, membuat Yaceu mengklaim paham betul terhadap pemetaan masalah di wilayahnya, tanpa perlu waktu adaptasi lagi. Dirinya pun optimis menang dalam Pilkades yang berlangsung tanggal 20 September 2026.
“Saya sudah paham seluk-beluk Lambangsari, jadi tidak perlu belajar dari nol lagi. Begitu diamanahkan kembali, kita bisa langsung kerja dan bangun Lambangsari lebih hebat lagi,” tegasnya.
Penguasaan lapangan serta jaringan komunikasi ke Pemerintah Kabupaten Bekasi ini, diharapkan dapat menjadi keunggulan strategis dalam merebut simpati pemilih, pada pencoblosan 20 September mendatang.(**)
