
KOTA BEKASI – Dalam upaya nyata menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah anak, Unity School yang berlokasi di Komplek Grand Galaxy City, Bekasi, secara resmi menggelar deklarasi “Unity School Safe School Movement 2026” pada Jumat (7/8/2026).
Mengusung tagline “Together We Respect, Together We Protect”, deklarasi ini digagas sebagai komitmen kolektif antara pihak sekolah, Dinas Pendidikan, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, aparat kepolisian, hingga keterlibatan aktif orang tua murid.
Pembukaan deklarasi disampaikan langsung oleh Kepala SD Unity School, Miss Mona Sirait, yang menegaskan bahwa keselamatan serta kenyamanan siswa adalah prioritas utama. Untuk mendukung hal tersebut, Unity School terus memperkuat sistem perlindungan anak lewat berbagai langkah konkret, mulai dari penguatan pendidikan karakter, pembentukan Duta Anti-Bullying, optimalisasi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), hingga peningkatkan pengawasan berbasis sistem CCTV demi transparansi.
Semarak Unjuk Bakat Siswa
Acara yang berlangsung hangat ini turut diwarnai aksi memukau dari para siswa berprestasi. Naura, siswa Unity School yang merupakan juara pencak silat tingkat Kota Bekasi dan Jawa Barat, sukses memukau dan menyemarakkan suasana lewat peragaan seni bela diri menggunakan tongkat dan kipas ganda.
Tak kalah mengesankan, penampilan vokal dari Ananda Dewata juara kompetisi bernyanyi berhasil menghipnotis seluruh tamu undangan dengan kualitas suara melengkingnya yang khas, membuktikan bahwa lingkungan yang aman dan mendukung mampu menjadi wadah bertumbuhnya potensi besar sang anak.
Dukungan KPAD dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan
Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian, dalam sambutannya menekankan pentingnya menghargai keunikan setiap anak tanpa adanya tindakan perundungan.
“Tidak ada satupun anak yang boleh di-bully, karena setiap anak masing-masing punya kelebihan,” tegas Novrian. Ia mengajak seluruh pihak sekolah, orang tua, hingga para siswa untuk aktif menanamkan pendidikan karakter, mental, dan pemahaman diri sebagai benteng utama pencegahan perundungan di Kota Bekasi.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan komitmen deklarasi oleh manajemen sekolah, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, KPAD, kepolisian, serta Parent Support Group (PSG). Setelah itu, dilanjutkan dengan pelantikan Duta Anti-Bullying dan pembacaan ikrar bersama yang diikuti secara serentak oleh seluruh siswa Unity Primary School.
Melalui momentum ini, seluruh pihak sepakat untuk terus menjaga komunikasi terbuka. Sebagaimana diungkapkan oleh salah satu perwakilan wali murid, menjaga ekosistem sekolah yang aman butuh konsistensi bersama agar kerja keras dan lingkungan positif yang telah dibangun tidak rusak oleh kelalaian sekecil apa pun.
Dengan adanya Unity School Safe School Movement 2026, Unity School optimistis dapat menjadi role model sekolah ramah anak yang membangun budaya saling menghormati, menjaga, dan melindungi secara berkelanjutan.(**)
