
BEKASI KOTA – Pengisian jabatan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi hanya tinggal menunggu keputusan Wali Kota Bekasi. Hasil seleksi telah memunculkan 3 nama kandidat calon Kadisdik. Berdasarkan informasi yang diperoleh, 3 nama yang lolos yakni Chondro Wibhowo, Jaya Eko dan Ahmad Sahroni.
Ketua Cabang GMKI Kota Bekasi, Firman, mengkritik masuk nama Plt.Kadisdik, Chondro Wibhowo dalam 3 besar sebagai calon Kadisdik. Menurutnya, selama ditunjuk sebagai Plt dianggap gagal dalam mengemban jabatan, terutama terkait pelaksanaan SPMB tahun 2026.
“Rapot merah Plt.Kadisdik sangat nyata dan banyak membuat kekecewaan terhadap masyarakat. Menurut saya beliau (Chondro Wibhowo) tidak layak untuk menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan,” kata Firman, dalam keterangannya, Rabu (22/07/2026).
Firman menuturkan, hasil SPMB 2026 sudah banyak kita lihat kekecewaan masyarakat dan juga organisasi masyarakat lainnya tentang kinerja Chondro Wibhowo menjabat sebagai Plt.Kadisdik.
Oleh karena itu, dirinya meminta kepada Walikota Bekasi untuk mengevaluasi jajaran Dinas Pendidikan.
“Jika nantinya dipimpin kembali oleh Chondro Wibhowo akan semakin carut marut dunia Pendidikan di Kota Bekasi.Ini tidak bisa dipaksakan dikarenakan beberapa hal point kinerja Plt.Kadisdik yang benar-benar harus dievaluasi,” ungkapnya.
Firman berharap penyelengaraan open biding Kepala Dinas Pendidikan, Sekda selaku Kepala Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) harus benar-benar jelih dalam menentukan hasil test setiap calon akan mengemban tugas besar kedepannya.
“Jangan sampai SPMB ditahun yang akan datang kembali terulang. Calon Kepala Dinas Pendidikan harus memiliki wawasan dan trobosan yang luar biasa dalam menentukan sikap dan keputusan.Demi memperbaiki dunia pendidikan di Kota Bekasi,” pungkasnya.(RED)
