Kadispora Sebut Belum Ada Anggaran Renovasi Stadion Mini Jatisampurna

Kepala Dispora Kota Bekasi, Arwani.(Foto:RB)

KOTA BEKASI – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi angkat bicara terkait kondisi Stadion mini Jatisampurna yang terlihat kumuh dan kondisinya memprihatinkan.

Menurut Kepala Dispora Kota Bekasi, Arwani, stadion Mini Jatisampurna belum mendapatkan alokasi renovasi khusus pada tahun berjalan.

“Kondisi factual dilapangan dan inventarisasi kebutuhan perbaikannya sebagai dasar evaluasi serta pengusulan pada proses penganggaran berikutnya. Penanganannya dilakukan secara bertahap, menyesuaikan tingkat urgensi, kewenangan, dan kemampuan keuangan daerah,” kata Arwani, Senin (20/07/2026).

Meskipun demikian, Lanjut dia, Dispora Kota Bekasi pada tahun 2026 telah menganggarkan untuk renovasi beberapa stadion mini di Kota Bekasi.

“Anggaran renovasi stadion mini pada tahun 2026 teralokasikan, berdasarkan prioritas perencanaan, alokasinya saat ini diperuntukkan bagi Stadion Multiguna dan Stadion Mini Pondok Gede,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Stadion Mini Jatisampurna, yang dibangun dengan anggaran sekitar kurang lebih mencapai Rp1,8 miliar kondisi tampak memprihatinkan.

Stadion kebanggaan warga Jatisampurna tersebut terlihat kumuh dan tidak tersentuh perawatan, padahal Aset milik Pemerintah Kota Bekasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, lapangan utama berupa tanah gersang. Di sekeliling lapangan berjejer puluhan gerobak dagangan dan lapak semi permanen. Sampah plastik dan puntung rokok berserakan di sudut lapangan dan area tribun.

Kondisi tribun penonton juga jauh dari layak. Dinding beton kusam, bernoda, dan dipenuhi coretan. Tidak ada petugas kebersihan maupun penjaga keamanan. Gerbang stadion diketahui dibuka 24 jam setiap hari. Warga sekitar mengaku resah dengan kondisi stadion yang minim pengawasan.

“Sudah bertahun-tahun begini. Malam gelap, tidak ada yang jaga. Anak-anak muda sering nongkrong sampai tengah malam. Kami khawatir dijadikan tempat mesum,” ujar Asep, 45, warga Kranggan.

“Siangnya buat parkir gerobak. Kalau malam sepi dan kotor. Anak saya dulu latihan bola di sini, sekarang sudah tidak berani,” kata Ibu Rini. (RON)