
KOT BEKASI – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Bhayangkara lakukan aksi unjuk rasa mendesak usut tuntas skandal kecurangan pelaksanaan spmb. Kamis 16 Juli 2026
Masa aksi sebelumnya melakukan unjuk rasa didepan kantor Dinas Pendidikan kota Bekasi, namun karena tuntutan mereka dihiraukan dan tidak ada Plt Kadisdik maupun pejabat yang membidangi persoalan ini, mereka bergeser melanjutkan aksi ke dalam kantor Pemerintah Kota Bekasi dengan harapan ditemui oleh Walikota Bekasi Tri Adhianto.
Dalam orasinya Wahyudin Ardiansyah selaku korlap aksi mengatakan, unjuk rasa yang kami lakukan dalam rangka membela hak siswa/i generasi penerus bangsa kita yang harusnya memiliki kesempatan sekolah di sekolah negeri yang diinginkan. Tetapi harapan itu menjadi pupus karena sistem pelaksanaan spmb di Kota Bekasi yang sarat dengan kepentingan mafia pendidikan.
Ditempat yang lain, Ketua DPC GMNI kota Bekasi Nicolas Tamba mengatakan. Bahwa sebelumnya pada senin 13 Juli 2026 kami datang menemui Bapak walikota Bekasi, membawa aspirasi dari wali murid yang merasa tidak terakomodir karena carut marutnya sistem spmb ditubuh Disdik kota Bekasi.
Kami membawa beberapa temuan bukti kecurangan, beberapa diantaranya ialah siswa yang mendaftar jalur offline (Siswa jalur siluman) kemudian manipulasi berkas siswa yang berada diluar domisili,” ujarnya.
Setelah kami sampaikan hal tersebut, Jawaban dari mas tri kurang lebih mengarahkan agar silahkan siswa/i diarahkan masuk sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemkot Bekasi, dan rapihkan data temuan tersebut untuk kita laporkan bersama ke inspektorat.
“Hari ini kawan-kawan GMNI sudah datang membawa data yang diminta, namun mas tri kemana? Pas disamperin ko malah gamau nemuin masa aksi. Malah diem didalam ruangan ber AC,” bebernya.
Apa karena data yang kami sajikan terindikasi titipan dari para anggota DPRD ?? Ujar Nicolas dengan nada tinggi saat dihubungi oleh awak media
Akhir kata Nicolas berharap, Mas Tri Adhianto sebagai seorang pemimpin di Kota Bekasi konsisten dengan segala janji dan ucapannya, jangan seperti katak dalam tempurung.
“Kalau mau usut tuntas, hayu kita bersihkan bersama. Tapi kalau hanya lip service lebih baik mas tri pakai rok saja,”tandasnya.(RED)
