
JATISAMPURNA – Jalan Raya Kranggan, Jatisampurna, dipenuhi tambalan bekas galian kabel yang rusak. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan luput dari pantauan DBMSDA Kota Bekasi.
Pantauan dilapangan, sepanjang 1,4 kilometer dari Lampu Merah Alternatif Cibubur hingga Kantor Kecamatan Jatisampurna terlihat ada 7 titik tambalan. Kondisi paling parah, aspal tambalan amblas hingga 10 cm dari badan jalan.
Kerusakan serupa juga ditemukan di sepanjang 4,5 kilometer sampai ujung aspal, total ada kurang lebih 35 titik tambalan bekas galian yang amblas. Hampir semua titik tambalan bekas galian dalam kondisi bergelombang, mengelupas, dan tidak rata.
Titik rawan ada di depan Perumahan Kranggan Permai. Dari arah lampu merah, kendaraan jalur kanan dipaksa belok kiri masuk 2 jalur. Tepat di belokan itu terdapat tambalan amblas.
“Ini udah tahunan begini. Kalau hujan ketutup air, nggak kelihatan. Yang bonceng anak ngeri,” kata Rudi, salah satu pengendara yang melintas.
Situasi makin sempit saat malam. Bahu jalan dipakai pedagang kaki lima dan parkir pengunjung. Hampir separuh badan jalan tertutup, sehingga pengendara harus berdesakan di sisa jalan yang rusak.
Warga menilai tambalan dikerjakan tidak sesuai standar. Aspal lebih rendah, tidak dipadatkan, dan tanpa pondasi kuat. Akibatnya, beberapa bulan setelah hujan tambalan langsung rusak lagi.
“Ini kelalaian pengawasan. Kalau rutin dicek, kontraktor nggak berani tinggalin kerjaan setengah-setengah,” kata salah satu tokoh masyarakat setempat.(**)
