SPMB 2026 Tuai Sorotan, Wali Kota Diminta Berani Evaluasi Plt.Kadisdik Kota Bekasi

Kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Foto (IST)

BEKASI KOTA – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang tingkat SMP Negeri di Kota Bekasi selalu menjadi sorotan. Munculnya pemberitaan adanya dugaan permainan dan praktek titipan menjadi perbincangan ditengah masyarakat.

Kinerja Dinas Pendidikan Kota Bekasi selaku panitia SPMB turut dipertanyakan. Apalagi, pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan penuh kontroversi terkait adanya siswa titipan dari politisi Kalimalang. Ucapan Plt Kadisdik yang dimuat media soal siswa titipan seolah-olah membuka borok adanya dugaan permainan dalam pelaksanaan SPMB di Kota Bekasi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua GMKI Kota Bekasi, Firman mengungkapkan, kinerja Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi layak mendapatkan ‘kartu merah’ dalam pelaksanaan SPMB tahun 2026.

“Banyak polemik dan dugaan permainan terjadi menjadi sorotan, seperti eror sistem SPMB serta dugaan pengaturan sistem afirmasi dan domisili,” kata Firman, dalam keterangannya, Rabu (15/07/2026).

“Pelaksanaan SPMB selalu menjadi permasalahan setiap tahunnya, tidak pernah tuntas dan tidak ada trobosan,” kritik Firman.

Perlu di ketahui, Chondro Wibhowo diangkat sebagai Plt.Kadisdik Kota Bekasi menggantikan Alexander Zulkarnaen yang pensiun beberapa waktu lalu.

Firman mendesak Walikota Bekasi agar berani mengevaluasi kinerja Plt Kadisdik terkait pelaksanaan SPMB tahun 2026. Ia menilai, posisi Kadisdik sangat strategis, makanya dibutuhkan orang yang paham permasalahan kewilayahan dan mempunyai terobosan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bekasi.

“Dengan hasil kinerja yang tidak memuaskan, Plt Kadisdik belum layak memimpin Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bidang pendidikan,” tuturnya

Tidak hanya tentang SPMB, ucapan yang dilontarkan Plt.Kadisdik kepada insan media beberapa waktu lalu tentang Lembaga DPRD yang melakukan titipan siswa.

“Apakah Plt.Kadisdik mengucapkan hal tersebut untuk mengkonfrontasi lembaga kehormatan Kota Bekasi?. Walikota Bekasi harus berani mengevaluasi kinerja Dinas Pendidikan Kota Bekasi,” tandasnya.

beritabekasi.co.di berupaya meminta tanggapan Plt Kadisdik Kota Bekasi soal munculnya dugaan permainan dan siswa titipan dalam pelaksanaan SPMB 2026. Plt Kadisdik Chondro Wibhowo mengatakan bahwa pihaknya kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan SPMB tahun 2026.

“Kami masih melakukan evaluasi menyeluruh bersama Perangkat Daerah terkait terhadap pelaksanaan SPMB 2026,” jawab Chondro Wibhowo, melalui pesan WhatsApp.

Terkait, munculnya siswa titipan yang ramai diberitakan. Pria akrab disapa mengaku masih dalam evaluasi. “Masih kami evaluasi Pak,”.(RON)