
KOTA BEKASI – Jajaran Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bekasi (DK3B) melakukan audiensi dengan Anggota DPRD Kota Bekasi, Adelia Sidik,l di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut membahas program pengembangan seni dan budaya di Kota Bekasi serta sinergi antarlembaga.
Ketua DK3B, Alamsyah Pradja, menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan memperkenalkan program kerja kepengurusan baru sekaligus membangun kolaborasi dengan DPRD.
“Kami usung tiga pilar utama: pengembangan, kelestarian, dan kolaborasi. Hari ini seluruh komite hadir, mulai dari tari, musik, teater, film, hingga sastra,” ujarnya.
Alamsyah menambahkan, DK3B berencana menggelar Rapat Kerja (Raker) sekaligus studi banding ke Garut dalam waktu dekat. “Kami akan belajar dan mengedukasi diri bagaimana pengelolaan kebudayaan di Garut, lalu menerapkannya di Bekasi. Agenda terdekat juga ada PNBK (Pekan Nasional Bulan Kesenian) yang rencananya digelar pada Agustus mendatang,” jelasnya.
Ia menegaskan komitmen seluruh komite untuk membangun ekosistem seni budaya di Kota Bekasi. “Kami sudah rapat dan sepakat. Ini kota kita, mari kita majukan bersama,” tandasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bekasi, Adelia, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyebut pertemuan itu menjadi wadah curhat dan harapan para seniman senior agar kesenian Bekasi sebagai kota melting pot benar-benar diperhatikan, tidak hanya saat acara seremonial.
Adelia juga menyoroti teknis pelaksanaan PNBK, khususnya soal jam malam. “Saya tekankan jangan melibatkan anak-anak pada malam hari. Perda perlindungan anak melarang anak tampil atau berada di acara larut malam, apalagi sampai jam 9 malam. Kalau siang tidak masalah, anak-anak senang. Tapi kalau malam, khawatir tersasar dan membahayakan,” tegasnya.
Ia berharap panitia memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan, khususnya bagi keluarga yang hadir. “Untuk performer dewasa silakan, tapi kalau acara malam, biarkan anak-anak istirahat,” pungkasnya.(**)
