Warga Bekasi Selatan Demo Rumah Sakit Minta Serapan Tenaga Lokal

KOTA BEKASI — Kemegahan bangunan RS Budi Lestari di Jalan KH. Noer Ali, Bekasi Selatan, kini justru memantik kekecewaan warga sekitar. Di balik berdirinya gedung rumah sakit tersebut, muncul suara protes dari masyarakat yang merasa tak ikut merasakan manfaat pembangunan, terutama soal penyerapan tenaga kerja lokal.

Kritik itu disampaikan Pengurus Cabang Perisai Pusat Indonesia (PPI) Kota Bekasi, Rusman, melalui selebaran pernyataan sikap yang tertulis di surat agitasi aksi, Kamis (7/5/2026). Dalam isi pernyataannya, PPI menilai warga sekitar hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

“Dulu kami diminta bersabar karena pembangunan ini katanya akan membawa kesejahteraan. Tapi sekarang, jangankan mendapat pekerjaan layak, untuk jadi petugas kebersihan saja warga lokal dianggap tidak kompeten,” ujar Korlap PPI Kota Bekasi, Rusman.

PPI menyoroti sejumlah posisi pekerjaan di lingkungan rumah sakit yang disebut lebih banyak diisi tenaga dari luar daerah. Mulai dari petugas keamanan, cleaning service, hingga staf administrasi disebut tidak memberikan prioritas bagi warga sekitar.

Lebih lanjut, mereka juga menyinggung adanya warga lokal yang sebelumnya bekerja sebagai petugas keamanan namun diberhentikan usai muncul dugaan kehilangan barang yang belakangan disebut tidak terbukti.

Dalam pernyataan sikapnya, PPI bahkan menyebut pembangunan rumah sakit tersebut meninggalkan dampak sosial bagi warga sekitar, mulai dari debu proyek, kebisingan kendaraan konstruksi, hingga jalan lingkungan yang rusak akibat aktivitas pembangunan.

“Yang kami lihat sekarang, bangunan megah berdiri tinggi, tapi warga sekitar malah seperti tidak dianggap ada,” kata Rusman.

Atas kondisi tersebut, PPI Kota Bekasi melayangkan sejumlah tuntutan kepada pihak terkait. Di antaranya:

1. Audit menyeluruh terhadap operasional rumah sakit

2. Evaluasi izin operasional bila ditemukan pelanggaran, hingga dorongan agar minimal 40 persen tenaga kerja nonmedis berasal dari warga lokal.

Mereka juga meminta DPRD Kota Bekasi untuk turun aktif melakukan pengawasan serta mendorong kemitraan nyata antara pihak rumah sakit dengan masyarakat sekitar dalam sektor penunjang seperti keamanan, kebersihan, dan parkir.

PPI menegaskan, aksi akan terus berlanjut hingga ada kepastian tertulis mengenai komitmen penyerapan tenaga kerja lokal bagi warga terdampak di sekitar rumah sakit.(**)