Latu Har Hary Pertanyakan Komitmen Pemkot Bekasi Selesaikan Revitalisasi Pasar

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary

KOTA BEKASI – Progres revitalisasi pasar di Kota Bekasi terus menjadi perhatian publik. Pasalnya, sejak digulir beberapa tahun lalu, hingga saat ini belum kepastian revitalisasi pasar di Kota Bekasi terselesaikan. Kondisi tersebut, tentunya menjadi sorotan DPRD Kota Bekasi.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary menilai revitalisasi pasar di Kota Bekasi memang sudah menjadi perhatian publik. Namun, kenyataan sampai saat ini baru pasar Jatiasih yang sudah beroperasi, sedangkan revitalisasi pasar Bantargebang dan Pasar Kranji belum ada kejelasan yang pasti kapan target akan beroperasi.

Karena itu, pada akhir tahun 2024 lalu, Komisi II pernah menerima audiensi terkait permasahan perjanjian kerjasama revitalisasi pasar Kranji. Lalu ada permasalahan lainnya karena dirutnya saat itu menghadapi permasalahan hukum dan diganti dengan Dirut yang baru.

Beberapa waktu Komisi II telah membahas soal adanya ademdum baru terkait PKS revitalisasi pasar Kranji, dimana ada klausul akan dimasukkan pada ademdum PKS baru, dimana bunyinya apabila PT pemenang tender tidak mampu menyelesaikan pembangunan pasar dengan target persentase tertentu, maka akan dialihkan atau akan ditender ulang.

“Makanya sekarang sudah berjalan PT ABB dengan PKS baru, hanya pada saat ini seperti kita diketahui progresnya belum terlalu signifikan. Makanya nanti kita akan liat sampai titik yang telah disepakati beberapa bulan kedepan. Bila PT ABB tidak bisa melakukan progres sesuai kesepakatan persentase pengerjaannya, Pemkot harus mengevaluasi pelaksana revitalisasi pasar Kranji,” ujar Latu Har Hary, saat ditemui diruangan Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi, Rabu (11/02/2026).

Menurut pria akrab disapa bang Latu, revitalisasi pasar di Kota Bekasi merupakan gagasan pada era kepemimpinan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Artinya, lanjut dia, revitalisasi pasar di Kota Bekasi seharusnya masih menjadi satu kesatuan hingga di era kepemimpinan sekarang.

“Kalau kita lihat hampir 6 tahun, baru pasar Jatiasih diselesaikan. Makanya Pemkot Bekasi harus memiliki target kapan revitalisasi pasar ini bisa diselesaikan. Sehingga para pedagang yang tergabung didalam pasar yang terkena revitalisasi memiliki kejelasan tentang nasibnya,” ujarnya.

“Ini yang belum kita lihat secara signifikan dari Pemkot Bekasi untuk menyelesaikan revitalisasi pasar. Pertanyaannya sekarang sampai kapan akan berlanjut revitalisasi pasar kalau tanpa adanya kepastian,” tegasnya.(ADV)