
KOTA BEKASI – Seleksi calon pimpinan Badan Amil dan Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi menjadi sorotan. Pasalnya, memasuki tahap akhir, sejumlah pihak meminta panitia seleksi (pansel) agar bersikap profesional dan transparan dalam menjalankan proses seleksi pimpinan BAZNAS.
Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Bekasi asal fraksi PKS, Alimudin mengatakan, BAZNAS adalah lembaga yang mengelola dana besar dari ummat, bukan dana kecil. Karena itu perlu pengelola yang profesional agar dampak manfaatnya dalam pengentasan kemiskinan bisa benar dirasakan
“DPRD meminta pansel baznas agar bekerja profesional, transparan dan akuntabel. Profesionalisme pengelolasn baznas diperlukan untuk membangun krpercayaan masyarakat,” ujar Alimudin, dalam keterangannya, Selasa (20/01/2026).
Politisi PKS itu menghimbau pansel untuk bisa menyeleksi calon pimpinan yang profesional mengelola uang umat dan paham regulasi. Lebih bagus lagi, kata dia jika calon telah bersertifikat dan mempunyai jaringan filantropi yang luas.
Oleh sebab itu, Alimudin mengingatkan Wali Kota Bekasi sebagai penentu akhir dalam pengajuan pimpinan baznas untuk bisa menyeimbangkan unsur ulama, tokoh masyarakat dan tenaga profesional dalam memilih pimpinan baznas.
“Sesuai amanat Peraturan Menteri Agama no.10/2025 pasal 33 bahwa pimpinan baznas berasal dari unsur ulama, tenaga profesional dan tokoh masyarakat Islam,” tutup Alimudin yang juga Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi.(**)
