
KOTA BEKASI — Seorang Janda bernama Jubaedah (43) warga RW002 Kelurahan Jatisampurna, Kecamatan Jatisampurna, harus menjalani hidup serba kekurangan. Janda anak tiga tersebut bekerja banting tulang untuk menghidupi keluarganya.
Dia harus bekerja sebagai buruh cuci tak tetap dan membantu jualan dagangan nasi uduk di pasar kranggan. Penghasilan dibawah standar tidak cukup untuk menghidupi anaknya yang masih sekolah.
Anak pertama berumur 23 tahun sempat bekerja di mini market kini menganggur kembali dan sedang berjuang mencari pekerjaan untuk membantu ibu dan kedua adiknya yang masih sekolah.
Tahun lalu 2024 pemerintah baru dapat memberikan bantuan perbaikan rutilahu rumah milik Jubaedah melalui bantuan provinsi Jawa Barat (hibah banprov).
Ibarat nunggu viral baru di dengar, akhirnya Jubaedah juga mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan Ketahanan Pangan pada tahun 2024 sampai sekarang. Bantuan sembako saat pandemi covid melanda Indonesia tahun 2020 juga hanya berlangsung setahun dengan tiap bulan mendapat sembako.
Namun, kini Jubaedah juga berharap terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH) jangka panjang agar kedua anaknya yang masih sekolah di SMPN 28 kota bekasi dan SDN Jatisampurna dapat KIP. Sebab mulai dari anak pertamanya masih sekolah hingga lulus dan kedua anak lainnya masih sekolah sampai sekarang belum merasakan bantuan uang tunai pendidikan dari pemerintah.
“Anak kedua Jubaedah sekolah di SMPN 28 kota bekasi kelas tiga, sejak kelas satu sudah berusaha buat KIP dan di suruh pihak sekolah mengumpulkan data namun alasan pihak sekolah anak tersebut tidak terpilih sebagai penerima. Yang anak ketiga di SDN Jatisampurna I juga tak dapat KIP,” ungkap Jubaedah.
Diketahui, anak kedua Jubaedah usai pulang sekolah sampingan ikut kerja dengan orang dagang seblak.
Walau secara kriteria, kondisi Jubaedah masuk dalam skala prioritas membutuhkan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun bantuan yang didapatnya tergolong baru di tahun 2024 dan tahun ini. Dan itu yang didapat adalah Perbaikan Rutilahu, Bantuan Uang Tunai dan Bantuan Beras Program Ketahanan Pangan.
“Bantuan tunai untuk pendidikan kedua anak saya yang masih sekolah belum ada,” ucapnya.(**)
