Bahasa Portugis Masuk Kurikulum, Langkah Strategis Diplomasi Global Indonesia

JAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperluas wawasan generasi muda Indonesia melalui rencana pengenalan bahasa Portugis dalam kurikulum pendidikan nasional.

Kebijakan ini dipandang sebagai bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) serta mempererat kerja sama Indonesia–Brasil di berbagai bidang, termasuk ekonomi, kebudayaan, dan pendidikan.

Langkah ini menandai upaya baru Indonesia untuk semakin terbuka terhadap dunia internasional, sejalan dengan dinamika global dan semangat membangun generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global.

“Presiden memiliki itikad baik melihat masa depan yang cerah dalam hubungan Indonesia dan Brasil. Karena itu, beliau ingin anak-anak Indonesia juga mampu menguasai bahasa Portugis agar dapat memperluas jejaring dan peluang di masa depan,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hadrian Irfani, dikutip dari Kompas TV, Kamis (10/10/2025).

DPR RI menyatakan siap mendukung langkah pemerintah selama pelaksanaannya dilakukan dengan perencanaan yang matang dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan nasional.

“Kita dukung penuh kebijakan Presiden. Ini bukan hanya soal bahasa, tapi investasi jangka panjang untuk membentuk generasi unggul yang mampu berinteraksi di tingkat dunia,” tegas Hadrian.

Rencananya, Komisi X DPR akan mengundang Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk membahas detail pelaksanaannya pada awal November 2025.

Kehadiran bahasa Portugis dalam kurikulum diharapkan dapat membuka peluang kerja sama ekonomi dan pendidikan yang lebih luas bagi Indonesia, terutama di Amerika Latin dan Afrika yang banyak menggunakan bahasa tersebut.

“Ini langkah maju. Anak-anak kita harus punya kemampuan global, dan bahasa adalah jembatan utama. Bahasa Portugis bisa menjadi gerbang baru bagi kerja sama lintas benua,” tambah Hadrian.

Bahasa Portugis merupakan bahasa resmi di lebih dari 10 negara di dunia, termasuk Brasil, Portugal, Mozambik, Angola, dan Timor Leste. Dengan lebih dari 250 juta penutur, bahasa ini menjadi salah satu bahasa penting dalam diplomasi, perdagangan internasional, dan sektor pendidikan global.

Diplomasi Budaya dan Pendidikan yang Saling Menguntungkan

Kementerian Luar Negeri menilai rencana pengenalan bahasa Portugis tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional.

“Bahasa adalah alat komunikasi penting untuk memperkuat relasi kedua negara. Pengenalan bahasa Portugis menjadi simbol kerja sama dan saling pengertian antara Indonesia dan Brasil,” ujar Menteri Luar Negeri, Sugiono.

Bahasa Sebagai Jembatan Peradaban

Langkah Presiden Prabowo memasukkan bahasa Portugis ke dalam kurikulum sejalan dengan tren global dimana 57 negara telah memasukkan bahasa Indonesia dalam sistem pendidikan mereka. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertukaran budaya dan bahasa menjadi bagian penting dari diplomasi pendidikan modern.

“Kita ingin generasi muda Indonesia tumbuh dengan wawasan global, tapi tetap berakar pada nilai-nilai nasional. Bahasa adalah kunci untuk membangun pemahaman dan kerja sama antarbangsa,” ujar Menlu Sugiono.

Pemerintah berharap, sebagai bentuk simbiosis mutualisme, bahasa Indonesia dapat turut diajarkan di Brasil dan negara-negara berbahasa Portugis lainnya sebagai bagian dari diplomasi dua arah.

Meski masih dalam tahap awal, pemerintah memastikan bahwa penerapan bahasa Portugis akan dilakukan secara bertahap dan dengan persiapan matang, termasuk dalam hal penyediaan tenaga pengajar.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintech) akan segera menyusun peta jalan (roadmap) implementasi kurikulum bahasa Portugis, mulai dari pendidikan menengah hingga perguruan tinggi.

“Kami ingin memastikan semua persiapan berjalan baik, mulai dari kurikulum, guru, hingga metode pembelajaran. Jangan terburu-buru, tapi harus berkelanjutan,” ujar Hadrian.

Selain itu, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan lembaga pendidikan dan universitas di Brasil untuk mempercepat pelatihan calon pengajar bahasa Portugis di Indonesia.

Respon Positif dari Kalangan Pelajar

Sejumlah pelajar menilai pengenalan bahasa Portugis dapat menjadi kesempatan baru untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing mereka dan memperluas wawasan budaya dunia.

“Kalau jadi pelajaran pilihan, saya setuju banget. Siapa tahu nanti bisa kuliah atau kerja di negara berbahasa Portugis,” kata siswi SMA di Jakarta, Nadya (17).

Sementara Fahmi (16) menambahkan, penting bagi sekolah untuk menghadirkan pengajar yang kompeten dan interaktif agar siswa lebih termotivasi belajar bahasa baru tersebut.