
PONDOKGEDE – Memasuki usia ke 6 tahun, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pondokgede terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.
Rumah sakit milik Pemkot Bekasi tersebut menjadi rujukan untuk pasien spesialis penyakit TBC dan paru.
Dirut RSUD Pondokgede, dr. Johny Timbul Pardomuan, mengatakan RSUD Pondokgede berdiri bertepatan pada hari Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2019, yang diresmikan oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.
“Peringatan hari ini bukan hanya merayakan usia ke-6, tapi juga momentum memperkuat layanan kesehatan. Kami berkomitmen menjadikan layanan TBC sebagai unggulan, di samping peningkatan layanan HIV, BPJS, dan umum,” kata dr. Johny diruangan kantornya.
Sejak berdiri 6 tahun lalu, RSUD Pondok Gede sempat difungsikan sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 pada tahun 2021. Setelah pandemi mereda, rumah sakit ini terus berbenah dengan peningkatan sarana, prasarana, sistem informasi, serta kerja sama dengan BPJS. Hasilnya, kunjungan pasien dan pendapatan rumah sakit meningkat signifikan, dengan target pendapatan tahun 2025 mencapai Rp13,2 miliar.
“Selain fokus pada layanan TBC sebagai unggulan, RSUD Pondok Gede juga menaruh perhatian serius pada penanganan HIV. Bahkan, rumah sakit ini masuk empat besar fasilitas kesehatan di Kota Bekasi yang terbanyak melayani pasien HIV, ” ujarnya.
Meski demikian, RSUD Pondok Gede masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan lahan dan fasilitas parkir. Direktur rumah sakit berharap adanya perhatian dari pemerintah kota untuk memperluas area pelayanan agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.
“Harapan kami di ulang tahun ke-6 ini, RSUD Pondok Gede semakin maju, lebih banyak pasien yang terlayani, serta dukungan pemerintah agar sarana dan layanan terus meningkat,” ujarnya.(RON)
