
BEKASI – Di tengah hiruk pikuk kawasan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, hadir kisah inspiratif dari Muhamad Ridwan, orang biasa yang mampu memanfaatkan tumpukan limbah plastik, membangun bisnis daur ulang yang kini sukses menjadi sumber penghasilan sekaligus solusi lingkungan.
Berawal dari profesi sebagai pemulung, Iwan yang akrab dipanggil Bos Iwan melihat peluang besar.
Kini, ia mengelola usaha pengolahan plastik yang mampu mengolah hingga 20 ton limbah per hari.
“Awalnya saya cuma pemulung. Tapi saya lihat peluang besar di balik limbah ini. Sekarang alhamdulillah, bisa bantu banyak orang,” ujar Bos Iwan.
Plastik jenis HDPE dan PP diproses melalui pemilahan, pencacahan, hingga peleburan menjadi bijih plastik yang dijual kembali ke pabrik-pabrik sebagai bahan baku industri.
Selain menghasilkan keuntungan, usaha ini juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, khususnya anak muda dan ibu rumah tangga.
“Yang penting niat dan kemauan. Kalau tekun, sampah pun bisa jadi rezeki,” tambahnya.
Langkah Bos Iwan membuktikan bahwa ekonomi dan kepedulian lingkungan bisa berjalan beriringan. Dari limbah yang semula menjadi beban, kini hadir harapan baru di tengah masyarakat.(**)
