
BEKASI – Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi, Ade Efendi Zakarsih, Selasa (22/7/2025) membantah tudingan perselingkuhan dengan PR, menantu dari politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Cecep Noor. Didampingi kuasa hukumnya, Muh.Reza Putra, Ade menegaskan tidak pernah melakukan tindakan asusila dengan PR.
“Malam hari ini, saya, Ade Efendi Zarkasih, selaku Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi mau mengklarifikasi terkait isu yang beberapa hari ini masif terhadap tuduhan yang sangat tendensius dan menyudutkan saya,” katanya mengawali keterangannya di depan wartawan.
Pernyataan ini disampaikan Ade sebagai tanggapan atas pernyataan Cecep Noor ketika konferensi pers di Hotel Sahid, Cikarang, Senin (20/7/2025). Ia membantah pernah membuat surat pernyataan mengakui perbuatan tersebut, sebagaimana dikabarkan Cecep Noor.
“Pada tanggal 8 Juli 2025, saya tidak pernah membuat pernyataan bahwa saya telah melakukan tindakan asusila baik secara lisan maupun tertulis, itu bisa kita dibuktikan. Kemudian inisial CN menyatakan memilik bukti bahwa saya telah melakukan tindakan asusila bersama saudara PR dan saya sampaikan disini, kalau saya terbukti melakukan tindakan asuslia, maka saya bersama kuasa hukum siap membuktikan dan siap menghadapi laporan yang dilakukan saudara CN,” jelasnya.
Peristiwa di Jogja kata Ade, tidak ada kekerasan, semua kondusif, kemudian itu kesalahpahaman.
Namun, pria berkacamata ini membenarkan adanya peristiwa kekerasan di depan Cafe Panama yang berlokasi di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada hari Rabu jam 11. Pasca peristiwa ini kata Ade, pihak Cecep Noor memberikan waktu 2 hari untuk dilakukan penyelesaian, tapi dirinya tidak hadir.
“Tapi saya yakin itu merupakan kondisional, pada saat itu saudara CN itu emosi tidak terkontrol. Saya masih membuka ruang untuk musyawarah mufakat. Saya sampai saat ini belum melakukan tndakan hukum. Peristiwa itu diluar, didepan Cafe. Setelah terjadi konflik di Cafe Panama, beliau memberikan waktu 2 hari tapi saya tidak hadir. Karena beliau masih emosi dan ada motif yang lain. Saya diminta buat surat pernyataan, tapi saya menolak karena ada motif yang lain,” katanya menambahkan.
“Pada saat itu saya menolak karena ada motif yang lain. Jadi saya lebih menahan diri karena waktu itu kondisinya sedang emosional, jadi saya lebih menahan diri karena ada motif lain. Bagi saya, jangan diasumsikan bahwa persoalan ini murni kesalahan, tapi ada motif lain. Saya berharap itu bisa di klarifikasi dengan saudara CN bahwa ini persoalan aib tidak baik dibuka secara umum,” jelas Ade mengungkapkan suatu peristiwa yang terjadi pada dirinya.
Ade menegaskan kesiapannya menghadapi tuduhan yang ditargetkan pada dirinya tersebut secara hukum.
“Saya berpegang pada Pasal 184 KUHAP. Silakan buktikan bila ada, kami siap,” katanya.
Sementara itu, kuasa hukumnya, Reza Putra, menyampaikan pihaknya tetap mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan.
“Kami berharap musyawarah bisa ditempuh. Konferensi pers ini bagian dari ikhtiar untuk membuka ruang dialog,” ujarnya.
Reza juga menepis kabar beredar dimana pihaknya disebut-sebut telah melapor ke Polda Metro Jaya.
“Tidak ada laporan ke Polda Metro hingga saat ini. Kami tetap mengupayakan jalur kekeluargaan,” harapnya.
