Sinkronisasi Bappeda dengan Perusahaan untuk Bantuan Masyarakat Kabupaten Bekasi

CIKARANG PUSAT — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Dikdik Setiadi, mendorong sinkronisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dengan rencana kerja pemerintah daerah. Sinkronisasi tersebut bertujuan untuk pemerataan pembangunan agar lebih optimal.

Hal tersebut sebagai bentuk kolaborasi di berbagai bidang agar terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan visi-misi Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju dan Sejahtera.

“Misal tahun ini kita menjelaskan kebutuhan CSR pemerintah daerah, perusahaan-perusahaan ini nanti memilih apa saja yang bisa dibantu dan menyesuaikan dengan rencana CSR mereka untuk tahun 2025 ini juga tahun depan program apa saja yang akan dilaksanakan. Kami akan fasilitasi kepada perangkat daerah terkait,” kata Dikdik.

Saat ini Bappeda mencatat baru 114 perusahaan yang secara aktif tergabung dalam Forum CSR Kabupaten Bekasi. Pemerintah daerah telah menerbitkan Perda nomor 6 tahun 2015 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) serta Peraturan Bupati nomor 14 tahun 2016.

“Sebenarnya sudah banyak perusahaan yang ikut andil dalam pembangunan daerah melalui CSR-nya karena bagian dari kewajiban perusahaan, kami Bappeda juga terus berupaya mengintegrasikan hasil kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing pihak swasta,” ucapnya.

Plt Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Dikdik Setiadi

Menurut Dikdik, Tanggung Jawab Sosial di Lingkungan Perusahaan (TJSLP) berada di Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam dimana Kepala Bidangnya, Vina Sari Nalurita.

“Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Bappeda Kabupaten Bekasi memiliki tugas tambahan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat disektor non-formal, sementara untuk sektor formal menjadi kewenangan perangkat daerah terkait. Sejauh ini berperan sebagai tim fasilitasi dalam penyaluran Tanggung Jawab Sosial di Lingkungan Perusahaan (TJSLP) disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sebulan sekali Bappeda mengadakan rapat dan evaluasi dengan forum CSR untuk mengoptimalisasi sinkronisasi program CSR dengan pemerintah daerah.

“Kami hanya memberikan daftar kebutuhan program. Jadi, perusahaan tidak memberikan uang tunai, melainkan bantuan berupa barang sesuai program pemerintah,” jelas Didik.

Salah satu contoh yaitu bantuan berupa mebeler ke SDN Cicau 01 Kecamatan Cikarang Pusat. Sekolah tersebut menerima 250 paket kursi dan meja belajar, serta 338 porsi makanan bergizi dari CSR PT Hankook Tire Indonesia.