
KOTA BEKASI — Orientasi Keanggotaan Kewartawanan (OKK) Angkatan ke-26 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, Senin (30/6/2025), dihelat di Aula Universitas Bina Insani, Kota Bekasi, sebanyak 64 peserta dari berbagai media.
OKK disusun dalam tujuh sesi materi yang berlangsung sepanjang hari. Empat sesi awal diisi oleh narasumber dari PWI Provinsi Jawa Barat: Ahmad Syukri membawakan materi Sejarah PWI dan Keorganisasian, Agus Dinar menjelaskan Rambu-rambu Pers dan Etika Profesi, Ati Suprihatin menyampaikan Teknik Menulis Berita, dan Tantan S. Bukhawan membahas Peluang dan Tantangan Media Massa di Era Digital.
Pada sesi selanjutnya, Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M., menggarisbawahi pentingnya wartawan sebagai mitra kritis pemerintah dan penjaga demokrasi.
“Wartawan harus menjadi kekuatan kontrol yang sehat, bukan alat propaganda. Profesionalisme dan keberanian menyampaikan kebenaran adalah prinsip utama dalam menjalankan profesi,” ujarnya.
Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, menekankan, OKK bukan hanya agenda formal, tetapi sarana penguatan karakter dan integritas wartawan.
“OKK ini bukan sekadar pelatihan teknis, tapi penguatan komitmen moral sebagai jurnalis yang terikat etika dan perjuangan,” katanya.
Kegiatan secara resmi ditutup oleh Ketua PWI Provinsi Jawa Barat, Hilman Hidayat, yang memberikan apresiasi atas keseriusan dan kualitas pelaksanaan.
“Bekasi Raya menunjukkan bahwa regenerasi wartawan PWI berjalan dengan tertib dan berstandar. Ini patut dicontoh oleh daerah lain di Jawa Barat,” ungkapnya.
Dengan rampungnya OKK Angkatan 26, PWI Bekasi Raya menegaskan komitmennya untuk terus mencetak wartawan yang kompeten, beretika, dan loyal terhadap nilai-nilai profesi.(**)
