Kinerja Dua BUMD Jadi Sorotan, Kondisi Keuangannya Bikin…..

Ilustrasi.(Net)

KOTA BEKASI – Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkot Bekasi yakni PT Sinergi Patriot dan PT Mitra Patriot menjadi sorotan. Pasalnya, dua perusahan plat merah itu belum menunjukan hasil positif dari segi pendapatan dalam upaya berkontribusi terhadap peningkatan PAD Kota Bekasi.

Berdasarkan sumber dari data laporan keuangan BUMD Kota Bekasi yang diperoleh beritabekasi.co.id, inilah ikhtisar hasil laporan keuangan PT Sinergi Patriot dan PT Mitra Patriot pada tahun 2024.

Dalam review terhadap laporan tersebut, tercatat pendapatan bersih PT Sinergi Patriot tahun 2024 hanya berkisar Rp631 juta rupiah. Meskipun begitu, perolehan itu masih lebih baik jika dibandingkan tahun 2023 yang mengalami kerugian sebesar Rp3,1 miliar.

Sedangkan, dari segi pendapatan Perusahaan, PT Sinergi Patriot pada tahun 2024 mendapatkan total pendapatan usaha sebesar Rp15,4 miliar, terdapat kenaikan sebesar 31,31% atau sebesar Rp3.6 miliar jika dibanding Tahun 2023 sebesar Rp11,7 miliar.

Selain itu, pada laporan keuangan tersebut juga tercatat terdapat beban administrasi dan umum sebesar Rp12,4 miliar yang mengalami peningkatan 6,65% atau Rp774 juta dari Tahun 2023 Rp11,6 miliar. Peningkatan beban tersebut terdapat pada peningkatan biaya atau beban pegawai dan beban penyusutan aset. Jika dikalkulasikan secara keseluruhan tercatat total beban usaha perusahaan PT Sinergi Patriot pada tahun 2024 mencapai Rp14,8 miliar.

Sementara itu, PT Mitra Patriot bisa dibilang miris dan paling tidak sehat karena terus mengalami kerugian besar. Dalam laporan keuangan tahun 2024, perusahaan yang berdiri sejak 2009 ini tercatat mengalami kerugian hingga Rp3,3 miliar, terdapat peningkatan jika dibandingkan kerugian tahun 2023 sebesar Rp2,5 miliar.

Masalah PT Mitra Patriot makin lebih kompleks lagi, selain merugi, pendapatan usaha perusahaan itu juga merosot drastis tahun 2024 jika dibandingkan pada tahun 2023.

Pada tahun 2024, pendapatan usaha perusahaan yang dulunya bernama PD Mitra Patriot ini hanya sebesar Rp1.9 miliar, terdapat penurunan sebesar 73,86% atau sebesar Rp5.6 miliar jika dibanding tahun 2023 yang mencapai Rp7.6 miliar. Sedangkan, tercatat juga total beban perusahaan yang terdiri dari beban usaha dan umum serta beban lainnya mencapai Rp5,3 miliar. Kondisi perusahaan PT Mitra Patriot bisa di Ibaratkan seperti peribahasa “lebih besar pasak dari pada tiang”.

Seperti diketahui, Pemkot Bekasi saat ini tengah melaksanakan seleksi calon direktur di PT Sinergi Patriot dan PT Mitra Patriot. Sebanyak 8 orang akan bertarung untuk memperebutkan kursi Dirut di dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) plat merah tersebut.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, M Saifuddaulah, menilai bahwa PT Mitra Patriot belum menunjukkan capaian yang membanggakan. Dia menilai, kesalahan terbesar PT Mitra Patriot selama ini adalah terlalu fokus pada sektor perhubungan. Padahal, perusahaan tersebut memiliki peluang bisnis lebih luas jika dikelola secara profesional.

“Yang dibutuhkan itu direktur yang visioner. Harus paham arah pengembangan bisnis BUMD, bukan cuma mengisi jabatan. Harus kreatif salam mengelola usaha, sehingga bisa memberikan kontribusi terhadap daerah,” tegasnya belum lama ini.

Menurut Saifuddaulah, calon pimpinan yang baru nanti harus memiliki kompetensi manajerial, kemampuan menyusun strategi bisnis, dan keberanian mengeksekusi peluang yang belum tergarap. Tanpa visi dan kepemimpinan yang kuat, PT Mitra Patriot akan terus berada di titik nol kontribusi.(RON).