CIKARANG – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Helmi mengatakan saat ini pihaknya sudah beberapa kali melakukan rapat dengan dinas terkait membahas solusi dan pengelolaan sampah yang kapasitas sudah tak memadai lagi.
“Kami merekomendasikan kepada Pemkab Bekasi segera melakukan langkah strategis, karena ini merupakan hal yang sangat serius dan segera. Mengingat kondisi seperti ini terus saja berlangsung dari tahun ke tahun tanpa ada tindakan serius,” katanya.
Pria dengan ciri khas berjanggut ini pun mendukung langkah Pemkab Bekasi untuk studi banding dengan kota-kota lain yang sudah berhasil mengatasi dan mengelola sampah dengan bagus.
“Kami dukung upaya tersebut untuk mengatasi permasalahan overload yang sangat berdampak merugikan lingkungan hidup. Bahkan sudah masuk kategori ekstrem,” jelasnya.
Oleh karena itu, Komisi III menegaskan agar upaya tersebut tidak hanya sekedar melakukan studi banding saja tapi hasilnya harus benar -benar diterapkan secara maksimal.
“Sampah juga memiliki nilai ekonomis dan menjadi peluang pemasukan PAD jika dikelola secara maksimal,” katanya.
Tentunya DPRD Kab Bekasi akan mendukung dan mengingatkan ke Pemkab Bekasi jika bekerjasama dengan pihak ke tiga dalam pengelolaan sampah garus mentaati mekanisme dan regukasi yang berlaku.
Keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada proaktifitas dan responsivitas pejabat terkait, terutama kepala dinas dan kepala bidang yang menangani isu lingkungan dan kebersihan.
Helmi menegaskan bahwa pejabat seperti kepala dinas atau kepala bidang harus responsif terhadap komunikasi, terutama dalam merespons telepon dan pertanyaan dari masyarakat serta pihak-pihak terkait. Sikap yang demikian akan memastikan adanya koordinasi yang lebih baik dan respons cepat terhadap masalah yang timbul.
Dengan sikap proaktif ini, pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
