TBC Lebih Bahaya dari Covid 19

Bagikan:
Kepala Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung, dr Nitta berdikusi dengan para jurnalis terkait bahaya penyakit TBC

BANDUNG – Kepala Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung, dr Nitta, Jumat (20/5/2022), mengungkapkan TB lebih berbahaya dari Covid-19.

Ungkapan tersebut mencuat saat sejumlah jurnalis berkunjung dalam rangka pelatihan bagi editor strategi pemberitaan TBC di Media yang diprakarsai Stop TB Partnership Indonesia dan Yayasan Pesona Jakarta.

“TB lebih berbahaya dari Covid-19, dan harusnya penanganan TB seperti penanganan Covid-19. Satu pasien TB bisa menularkan 15 orang. Bayangkan jika itu terjadi pada keluarga kita,” ungkap dr Nita yang merasa senang dikunjungi jurnalis yang ingin mencari informasi tentang TB.

Lantaran bahayanya penyakit TB tersebut, dia pun meminta agar wartawan ikut aktif dan masif memberitakan terkait TB.

Tenaga medis di Puskesmas Garuda kata dr Nita semuanya memiliki komunikasi persuasif. Mereka pandai merayu seseorang dengan suspeck TB yang awalnya menyembunyikan penyakitnya akhirnya mengakui jika dirinya sedang memiliki gejala-gejala mirip penyakit TB.

“Misal batuk yang tak sembuh dalam waktu lebih dari seminggu. Hingga orang tersebut mau untuk disembuhkan,” ungkapnya.

Puskesmas Garuda ini bisa delapan pasien gejala TB dalam sehari. Termasuk pasien tanpa gejala yang minta untuk diperiksa meski belum tentu mengidap TB karena memiliki kelengkapan alat TCM yang hasil kerjanya dapat diketahui dalam dua jam.

Puskesmas Garuda sangat peduli untuk memutus mata rantai penyakit menular tersebut. Niatan mencegah dan mengobati TB sampai sembuh terlihat dari para kader atau penyintas atau relawan TB yang mumpuni, disiplin, teladan, sigap (jembut bola) dalam hal penanganan kasus TB. Kata dr Nita, mereka mampu membuat para penderita TB agar selalu patuh dalam pengobatan untuk mencegah pengulangan pengobatan sehingga dapat tercapainya kesembuhan.(RED)