
BEKASI- Wabah virus covid-19 melanda seluruh wilayah Indonesia, banyak warga terkena dampak dari virus tersebut.
Pemuda yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Revolusi Komisariat Unisma Bekasi, melakukan aksi gerak cepat dengan melakukan aksi sosial.
Bertepatan dengan perayaan Hari Kartini, para pemuda ini bersinergi dengan masyarakat untuk bergotong royong memberikan bantuan sembako terhadap masyarakat yang terkena dampak dari covid-19 ini.
“Walaupun pemerintah pusat sudah mengeluarkan aturan sosial distancing bahkan sampai aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun warga negara Indonesia khusus nya Kota Bekasi yg terinveksi covid-19 terus bertambah per-harinya. Maka kami berinisiatif melakukan gerakan bakti sosial di Kota Bekasi”, Ujar Fikri sebagai koordinator.
Menurut data terakhir yang terkonfirmasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, ada 6,760 yang positif terinveksi corona di Indonesia. Sedangkan di Kota Bekasi sendiri sudah mencapai 1,708 Orang Dalam Pengawasan (ODP).
“Banyak hal yang bisa kita ketahui dari gerakan ini. Pemerintah menghimbau agar masyarakat nya tetap berdiam diri di rumah, melakukan segala sesuatu nya dirumah, namun mari kita lihat kembali realita saat ini. Sebagian warga tidak bisa berdiam diri di rumah atau bekerja dari rumah. Masih banyak yang menggantukan hidup nya di jalan demi keluarga,” Ucap Sri Mulyati selaku pengurus Rayon.
Ditempat terpisah, H Zainul Miftah selaku senior PMII mengajak seluruh kader-Kader PMII di Kota Bekasi agar selalu saling bahu membahu dan bersinergi dengan masyarakat melawan wabah Covid-19.
“Semangat terus adik-adik PMII, penuh pergerakan melawan Wabah Covid-19. Semoga dengan datangnya bulan suci Ramadhan, wabah Covid-19 bisa hilang dibumi Kota Bekasi,”tandasnya.(*)
