Persikasi dan Kasus Match Fixing, Pengamat: Kegagalan Bupati Bekasi Pimpin Persikasi

Bagikan:

R. Meggi Brotodiharjo

CIKARANG – Pengamat Kebijakan Publik Bekasi, R. Meggi Brotodiharjo meminta Polri untuk melakukan pengusutan secara tuntas dugaan suap yang dilakukan club bola Persikasi (Bekasi) untuk memenangkan pertandingan diajang Liga 3 melawan Perses (Sumedang).
“Menghalalkan cara-cara haram untuk mencapai tujuan maupun popularitas merupakan hal yang sangat memalukan,” sindir Meggi, Rabu, (27/11/2019).
Untuk itu, dirinya meminta kepada Polri agar melakukan pengusutan sampai ke top manajemen, sehingga diketahui sampai sejauh mana peran masing-masing dalam kasus yang memalukan Bekasi tersebut.
“Ini juga, jadi konfirmasi kegagalan Ketua Persikasi, Eka Supria Atmaja (Bupati Bekasi-red) sebagai pemimpin sekaligus membuktikan permainan kotor dengan cara-cara lama. Bertentangan dong, dengan slogan Bekasi Baru, Bekasi Bersih???,” pungkasnya.
Sebelumnya, Satgas AMB Polri meringkus enam orang terkait pertandingan sepak bola Liga 3 antara kesebelasan Perses (Sumedang) VS Persikasi (Bekasi).
Satgas AMB Polri, menduga adanya tindak pidana pengaturan skor dalam laga tersebut untuk memenangkan klub Persikasi (Bekasi).
Laga yang dimaksud berlangsung pada Rabu, 6 November 2019 di Stadion Ahmad Yani, Sumedang, Jawa Barat dan dimenangkan Persikasi (Bekasi) dengan perolehan skor akhir 3-2.(*)