Wakil Walikota Bekasi Apresiasi TNI Buat Jutaan Lubang Resapan Biopori

 

Wakil Walikota Bekasi, H Ahmad Syaikhu turut serta mencoba membuat lubang resapan biopori.
Wakil Walikota Bekasi, H Ahmad Syaikhu turut serta mencoba membuat lubang resapan biopori.

BERITABEKASI.CO.ID, JAKARTA TIMUR – Dalam rangka menyambut HUT TNI ke 69, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghelat kegiatan bernuansa pelestarian lingkungan dengan membuat berjuta-juta lubang resapan Biopori di seluruh Indonesia.
Kegiatan pembuatan lubang resapan biopori dilakukan di seluruh wilayah Komado Daerah Militer di Indonesia. Terhitung 10 juta lubang resapan biopori telah dibuat sehingga berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Pendiri MURI, Jaya Suprana menyerahkan penghagaan tersebut kepada Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Rabu, (24/09/2014) di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur.
Selain rekor terbanyak pembuatan biopori, TNI juga memperoleh rekor lainnya dengan pendonor darah terbanyak hingga mencapai 69.000 pendonor. Pencapaian rekor-rekor tersebut dilakukan jajaran TNI di seluruh Indonesia sekaligus untuk menyambut HUT TNI Ke-69 pada 5 Oktober 2014 nanti.
Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu berkesempatan menghadiri kegiatan tersebut juga mengucapkan selamat kepada jajaran TNI atas diraihnya rekor-rekor Muri tersebut.
“Selamat kepada Panglima TNI atas rekor MURI pembuatan 10,3 juta lubang biopori dan 69.000 donor darah pada HUT TNI ke-69,” Ujarnya.
Ahmad Syaikhu menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi bersama masyarakat juga tengah menggiatkan pembuatan lubang resapan biopori di Kota Bekasi dengan menggandeng komunitas masyarakat pecinta lingkungan. Selain keterlibatan masyarakat, unsur TNI yang bertugas di Kota Bekasi dijuga dilibatkan dalam program tersebut dibantu personil Kepolisian.
“Lubang biopori mudah dibuat dan murah. Ini upaya kita bersama mengembalikan fungsi tanah sebagai resapan air sehingga mampu mengurangi genangan air saat musim hujan tiba,” jelasnya.
Lubang resapan biopori mudah dibuat hanya dengan menggunakan alat pelubang biopori. Kedalaman lubang sepanjang 1-1,2 meter kedalam tanah dan dengan diameter 10-30 centimeter.  Lubang biopori dapat dibuat di pekarangan rumah, lahan fasos/fasum, perkantoran, area sarana ibadah, sekolah dan lainnya. Bila lebih satu lubang dibuat, kita memperkirakan jarak antar lubang biopori sekitar 1 meter dan 3 meter dari pohon besar.
Akan tetapi menurutnya, lubang biopori yang telah dibuat ini akan berfungsi lebih maksimal jika kita memasukkan sampah organik didalamnya. Kata dia, sampah organik ini nantinya akan meningkatkan aktifitas oganisme dalam tanah yang membuat tanah menjadi lebih subur. Organisme mikroba seperti cacing tanah akan memperbanyak pori-pori didalam biopori.
Menurut dia, sampah organik ini didapat dengan memanfaatkan banyaknya sampah rumah tangga yang diproduksi maupun sampah daun-daun dipekarangan rumah.
“Otomatis kita pun mulai melakukan pemilahan sampah-sampah organik dan anorganik. Yang organik kita masukan ke lubang biopori saja.  Dan sampah anorganik dibuang atau dilakukan pengolahan lainnya,” ungkapnya.
Ahmad melanjutkan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi pembuatan lubang resapan biopori kepada masyarakat guna mengembalikan fungsi tanah sebagai media penyerapan air hujan dan melestarikan lingkungan.
“Semoga program baik ini juga didukung semua lapisan masyarakat di Kota Bekasi. Kita pun ingin genangan air di beberapa wilayah mampu diminimalisir selain dari hasil infrastrukur yang terus dikerjakan untuk menangani banjir,” pungkasnya. (goeng)