Pemimpin Kuat Secara Politik Jadi Kunci Soliditas Partai Golkar Kota Bekasi

Lambang Partai Golkar.(Foto:net)

KOTA BEKASI – Dinamika politik menjelang gelaran Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Bekasi mulai menjadi perhatian publik. Partai berlambang pohon beringin itu dihadapkan pada tantangan serius untuk menentukan sosok ketua DPD yang mampu menjaga soliditas sekaligus mendongkrak elektabilitas partai.

Pengamat politik Kota Bekasi, Ainur Rofiq, menilai karakter kepemimpinan ketua DPD Golkar akan menjadi faktor penentu dalam meraup suara pada Pileg mendatang.

Menurutnya, Golkar harus dipimpin oleh figur yang lentur dalam berpolitik, mampu merangkul berbagai kepentingan, dan menjaga keseimbangan di tengah dinamika lokal.

“Kriteria yang bisa mengakomodasi semua kepentingan, mas,” ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Lebih jauh, Ainur menyoroti adanya penurunan kepercayaan kader dan simpatisan terhadap kepemimpinan Golkar Kota Bekasi saat ini.

“Ada beberapa faktor yang memengaruhi tren penurunan tersebut, salah satunya persoalan kepemimpinan. Ketika kepemimpinan tidak mampu menjaga kepercayaan, maka kader dan simpatisan pun perlahan menjauh,” ungkapnya.

Musda mendatang pun dipandang sebagai momentum krusial. Bukan sekadar agenda rutin, melainkan ujian bagi Golkar Kota Bekasi untuk membuktikan apakah partai ini masih mampu menjaga dominasi politiknya atau justru kehilangan daya tarik di mata publik.

Terpisah, Tokoh masyarakat yang juga Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) partai Golkar Kecamatan Jatiasih Karya Ahmad menilai bahwa Golkar Kota Bekasi saat ini membutuhkan pembaharuan secara menyeluruh. Menurutnya, Golkar Kota Bekasi harus mempunyai pemimpin yang kuat secara karakter dan politik.

“Saya sudah memberikan dukungan penuh terhadap Ranny Fahd Arafiq untuk bisa memberikan angin segar terhadap DPD Golkar Kota Bekasi Satu suara untuk pembaharuan,” ucap Karya Ahmad.

Karya mengatakan, Golkar Kota Bekasi harus lebih baik kedepannya dan elektabilitas partai hingga tingkat akar rumput harus meningkat.

“Kerja nyata lebih dan harus sering berinteraksi ke masyarakat,” pungkasnya.(RON)