Gapensi Soroti Lambannya Pembangunan di Kabupaten Bekasi Tahun 2026

 Ketua Gapensi Kabupaten Bekasi. Wasju Juanda

CIKARANG PUSAT – Ketua Gabungan Pelaksana Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Bekasi, Wasju Djuanda, Senin (27/07) mengkritisi lambanya pelaksanaan kegiatan insfratruktur dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, meski sekarang sudah mau masuk penyerapan APBD Murni 2026 Kwartal triwulan II Juli – Agustus 2026 belum ada tanda-tanda pelaksanaan kegiatan proyek pemerintah daerah tak juga kunjung digelar.

“Mau sampai kapan pelaksanaan kegiatan di pemerintah Kabupaten Bekasi mau di gelar, sebab, ini udah mau masuk Kwartal Triwulan II,” katanya.

Menurut Wasju, kondisi seperti itu mau sampe kapan proses APBD kab Bekasi ini belum digelar. Masih ditambah lagi proses lainnya seperti lelang (tender), kendala cuaca seperti datangnya musim penghujan. Disisi lain pelaksana konstruksi ini juga udah banyak yang mengeluhkan karena keterlambatan tersebut sehingga banyak yang menganggur lantaran sepi kegiatan.

“Pemda harus segera menggelar kegiatan kontruksi yang udah terlalu lama belom juga berjalan di Kabupaten Bekasi. Jangan sampai masyarakat dirugikam karena keterlambatan pembangunan insfratruktur yang sudah mulai masuk triwulan II,” katanya.

Wasju juga menyinggung soal banyaknya pelaksana kontruksi dari luar Kabupaten Bekasi yang banyak mengerjakan proyek proyek pembangunan insfratruktur di kab bekasi, sementara para pelaksana kontsruksi lokal hanya menjadi penonton di kampung nya sendiri.

“Saya sudah sampaikan sebelumnya kepada Bupati dan para kepala dinas kontruksi terdahulu baik SDABMBK, Cipta Karya maupun Disperkimtan agar memberdayakan para pelaksana konstruksi lokal agar roda perekonomian bisa berjalan sehingga pertumbuhan pembangunan lebih signifikan dan pengusaha pelaksana konstrukai ini tidak menjadi penonton saja di tanah kelahirannya,” beber dia.

Kalau pengusaha konstruksi lokal tidak mendapatkan kegiatan yang besar, yang kecilan pun seperti (PL) juga tidak apa apa dikerjakan yang terpenting masih bisa berkegiatan sehingga roda ekonomi bisa berjalan sedemikian demi memacu pertumbuhan pembangunan di kab bekasi ini,” sambungnya.

Pria yang tinggal di Cikarang Barat ini berharap kegiatan kontruksi APBD 2026 ini bisa secepatnya di gelar. Sebab, dengan penundaan yang cukup panjang membuat kondisi perekonomian dikalangan pelaku kontruksi Kabupaten Bekasi bekasi sangat berdampak juga.

“Saya sudah sampaikan kepada Plt Bupati maupun Kepala Dinas agar segera memulai proses pembangunan konstruksi. Tetapi semua itu juga sudah disampaikan ke bupati terdahulu sebelum terjadinya kasus dan kembali juga kepada kepala dinasnya juga atau Plt Bupatinya apakah di karenakan belum statusnya definitif sehingga menjadi pertimbangan,” katanya.